GOWA, BKM — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan, menegaskan, dirinya akan fokus melakukan pendampingan pemulihan korban kekerasan terhadap anak yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Tinggimoncong.
Priska berkomitmen untuk memastikan korban mendapatkan seluruh layanan yang dibutuhkan, baik secara medis maupun paska-pemulihan nantinya. Saat ini, Asmika Putri (6), korban kekerasan tersebut telah mendapatkan perawatan medis secara intensif dan telah dilakukan pembedahan terhadap mata korban.
”Concern utama kami selain penyembuhan fisiknya, yakni pemulihan kondisi mental dan psikologis paska-trauma. Saat ini juga kami meminta pihak rumah sakit untuk membatasi jumlah pengunjung agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat,” kata Priska saat menjenguk Asmika di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, paska-operasi mata, Senin (6/9).
Menurut Priska, penanganan yang komprehensif perlu dilakukan agar ke depannya korban tidak mengalami trauma berkepanjangan dan dapat kembali hidup normal seperti biasa.
”Kami juga fokus terhadap bagaimana perwalian sang anak nantinya setelah selesai mendapatkan perawatan. Karena kita telah paham bahwa orangtuanya hari ini tidak bisa dan tidak mampu lagi untuk merawat,” kata istri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan ini.
Olehnya, Priska menegaskan, setelah tahap pemulihan korban rampung, tentunya harus ada wali yang mengasuh. Tapi untuk penentuannya masih harus dilakukan pengkajian lebih lanjut.
”Kami dari Tim Penggerak PKK, Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas PPPA, dan RSUD Syekh Yusuf bertugas sebagai support system untuk sang anak agar mendapatkan seluruh pelayanan yang diperlukan dalam pemulihannya,” kata Priska.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham. Kawaidah mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan sejak awal kejadian ini diketahui.
”Pendampingan dan perlindungan kepada korban telah kami lakukan sejak awal, yang kami tahu, korban telah dilukai matanya oleh ibu kandungnya dan memerlukan perlindungan,” kata Kawaidah ditemui di RSUD Syekh Yusuf.
Menurut Kawaidah, setelah proses pemulihan selesai, korban akan ditempatkan di rumah aman sambil mencari keluarga yang dapat menjadi orangtua asuh bagi sang anak ke depannya.
”Tentunya dengan memperhatikan kondisi psikologis dari orangtua yang akan mengasuh anak tersebut,” timpalnya.
Turut hadir dalam kunjungan itu, masing-masing Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Gowa, Mussadiyah Rauf dan Ketua Pokja 4, dr Farida Muhammad. (sar)

