PANGKEP, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep menggelar pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP). Pertemuan AMP dibuka langsung Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), di salah satu hotel.
Dikatakan MYL, dari pertemuan ini diharapkan ada komitmen bersama lintas sektor agar ke depan angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan. Ia mengajak peserta untuk mencurahkan pikiran, agar melahirkan inovasi-inovasi khususnya layanan kesehatan. Bahkan, MYL juga menekankan, jika dibutuhkan fasilitas penunjung untuk diusulkan pengadaannya. ”Meski tiap tahun ada penurunan, tapi kita tidak boleh terlena. Kita berharap, dari pertemuan ini ada inovasi dan komitmen bersama mencegah kematian ibu dan bayi,” katanya.
Mantan ketua DPRD Pangkep itu juga berharap, ada bimbingan terhadap ibu hamil. Khususnya untuk ibu yang pertama mengalami kehamilan. ”Apalagi yang pertama hamil, beritahu mereka proses yang dialami selama hamil dan melahirkan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Hj Herlina, menyampaikan, pertemuan AMP ini bertujuan untuk melacak penyebab kematian ibu dan bayi guna mencegah kesakitan dan kematian serupa dimasa akan datang. Sehingga hal tersebut tidak terjadi lagi.
Dari pertemuan ini, katanya, ada rekomendasi dari audit maternal perinatal dan ada tindak lanjut terhadap rekomendasi yang dihasilkan.Berdasarkan data, angka kematian ibu tahun 2020 sebanyak enam orang. Sementara, tahun 2021 hingga bulan Juli sebanyak 4 empat orang.
”Semoga ke depan, tidak ada lagi penambahan,” ujarnya.
Pertemuan AMP berlangsung pada 6 sampai 8 september 2021 dengan diikuti perwakilan DPRD, Dinkes, RSBS, BPJS, kepala Puskesmas, dan camat. (uj)

