BELOPA, BKM — Bupati Luwu, H Basmin Mattayang dan Kapolres Luwu yang merangkap sebagai Ketua Harian Satgas Covid-19, AKBP Fajar Dani Susanto melanjutkan agenda pemantauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di enam sekolah di wilayah Walenrang-Lamasi, Selasa (7/9).
Kepada para Kepsek dan guru-guru pengajar, Bupati Luwu menyampaikan bahwa kedatangannya bersama Kapolres Luwu dalam rangka melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah yang menjadi sampel pelaksanaan PTM terbatas sekaligus memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat
“Kita saat ini mencoba atau mensimulasikan pembelajaran tatap muka terbatas, insya Allah jika ini berhasil daerah kita bisa jadi percontohan dan pembelajaran bisa dilaksanakan seterusnya. Agar simulasi ini berhasil maka, di sekolah ini harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jangan karena mendengar saya mau berkunjung baru diterapkan,” tandas Basmin.
Bupati berharap peran kepala sekolah, guru-guru dan orang tua siswa untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan anak didik.
”Kepala sekolah beserta guru-guru, sebelum memulai PTM, harus rutin mengecek kondisi kesehatan siswa, termasuk melakukan komunikasi dengan para orang tua. Jika ada siswa yang mengalami gejala penyakit seperti demam, flu dan batuk sebaiknya diizinkan untuk istirahat dulu dirumahnya sampai kondisinya pulih”, jelasnya.
Sementara Kapolres Luwu menekankan agar dalam pelaksanaan PTM ini pihak sekolah ikut memberikan pemahaman kepada siswa terkait Covid-19 termasuk cara untuk menghindarinya.
“Saya tadi mencoba membuat ‘Yel-Yel’, saya anak hebat, saya patuh protokol kesehatan, saya disiplin menggunakan masker, saya tidak takut divaksin. Nah, langkah-langkah seperti ini bisa untuk mengingatkan siswa didik kita, dibawa senang, pikiran senang, insya Allah imunitas mereka naik. Nanti kita akan buat lomba video Yel-yel bertema penerapan protokol kesehatan, 5 pengirim video terbaik akan mendapat hadiah dari saya”, ujar AKBP Fajar Dani Susanto
Kapolres juga mengingatkan pihak sekolah untuk memperhatikan jajanan yang dijual di kantin sekolah dan menganjurkan para siswa agar membawa makanan dari rumah. (rls)

