MAKASSAR, BKM β Menulis kreatif cerita pendek (cerpen) adalah suatu keterampilan dalam mengolah ide atau gagasan dan perasaan ke dalam bentuk cipta sastra. Setiap orang, termasuk guru, berpotensi memiliki keterampilan menulis kreatif cerpen. Potensi itu harus diasah dalam wujud pelatihan sehingga menjadi terampil.
Hal tersebut disampaikan Prof Dr Anshari,MHum di depan sekira 12 orang peserta Pelatihan Menulis Kreatif Cerpen Berbasis Lingkungan Alam pada Kelompok Guru SD di Tinggimoncong, Kabupaten Gowa pada Rabu (18/8) melalui virtual zoom meeting. Kegiatan ini dilaksanakan via daring karena masih suasana pandemi covid-19.
Menurut Guru Besar FBS UNM ini, ide atau gagasan yang menjadi tema cerpen dapat digali dari lingkungan sekitar. Kecamatan Tinggimoncong sebagai destinasi wisata favorit yang dikenal dengan nama Malino dan terletak di Kabupaten Gowa memiliki panorama lingkungan alam yang asri, sejuk, dan menawan. Karena itu, guru-guru SD dapat menjadikan lingkungan alam Malino sebagai sumber ide atau gagasan cerpen.
βIde atau gagasan cerpen tidak mesti berdasar imajinasi, tetapi dapat pula berdasar faktual. Karena itu, lingkungan alam dapat dijadikan sumber inspirasi ide atau gagasan melahirkan cerpen. Mari manfaatkan lingkungan alam Malino sebagai basis pengolahan cerpen yang kita tulis,β ajak Wakil Direktur 3 PPs UNM ini memberi semangat dan motivasi kepada peserta pelatihan.
Ketua LP2M UNM, Prof Dr Ir Bakhrani A Rauf,MT dalam sambutan pembukan pelatihan
menyatakan, para dosen dituntut untuk mengabdikan ilmunya kepada masyarakat. Melalui program ipteks bagi masyarakat, para dosen diharapkan memberi pelatihan atau penyuluhan sesuai dengan bidang ilmunya. Tujuannya agar ipteks yang dimiliki dosen dapat dinikmati manfaatnya bagi kehidupan masyarakat.
Dalam pelatihan ini, para peserta kelompok guru SD diberi pengetahuan berupa pemahaman teori menulis kreatif yang dibawakan Prof Dr Anshari,MHum, dan teori cerpen yang disampaikan Prof Dr Kembong Daeng,MHum.
Selain dibekali pentahuan teoretis, para peserta guru SD juga memeroleh
keterampilan dalam bentuk pelatihan. Rosita Desriani,SS,SPd didampingi mahasiswa PPs UNM terlibat dalam pembimbingan. Peserta dilatih untuk terampil mengolah ide atau gagasan, merangkai kalimat prosais, menulis draf atau konsep, dan mengoreksi atau mengedit tulisan.
Setelah memeroleh pengetahuan dan pelatihan, para peserta ditugaskan untuk menghasilkan satu cerpen dengan tema dan latar lingkungan alam. Karena para guru SD bermukim di daerah wisata Malino, karya cerpen yang ditulis diarahkan pada keindahan alam Malino.
Kompetensi dan keterampilan menulis kratif cerpen yang diperoleh para peserta diharapkan akan diimbaskan ke kolega guru SD lainnya, dan terutama diaplikasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.
(rls)
