Site icon Berita Kota Makassar

Danny Lebih Pilih Bangun Aquapon di Petta Rani

MAKASSAR, BKM — Rencana pembangunan kolam retensi atau aquapond di Lapangan Hertasning hanya sebatas rencana. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, ternyata membatalkan rencana pembangunannya.
Seperti diketahui, di era Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, direncanakan untuk membuat aquapond di kawasan Hertasning dengan alasan meminimalisir genangan di area tersebut saat hujan deras.
Namun, rencana tersebut sulit direalisasikan. Apalagi di era Mohammad Ramadhan ‘Danny’ Pomanto menjabat sebagai wali kota Makassar.

Ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Kamis (9/9), Danny mengatakan, sebenarnya membuat kolam retensi untuk menyelesaikan persoalan banjir di Makassar tidak maksimal.
Dia memberi contoh, kehadiran aquapond yang di area kantor gubernur Sulsel dengan tujuan meminimalisir tingkat genangan di sana. Ternyata, sejauh ini tidak terlalu berhasil.
“Kalau aquapond itu tidak menyelesaikan dalam skala kota, dia skala klaster kecil. Buktinya di muka kantor gubernur tidak berhasil. Buktinya masih banjir,” ungkap Danny.
Dia memberi contoh pembangunan aquapond berhasil yang pernah dibangunnya adalah di kawasan Syekh Yusuf, Jalan Jipang.

Dulu, di kawasan tersebut selalu ada air tergenang yang berbau busuk seperti air comberan. Namun saat dirinya menjabat sebagai wali kota pada periode pertama, diputuskan untuk membangun aqupond di sana.
“Saya bikin aqupond di sana, tidak ada lagi spot-spot genangan. Nah disitu memang cocok dibangun aqupond. Kalau di Hertasning, tidak perlu,” jelas Danny.

Dia melanjutkan, jika melihat eskalasi genangan air jika hujan deras, maka kawasan yang cocok dibangun aqupond adalah AP Petta Rani dan depan Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel.
“Jadi aquapond itu harus dibangun pada spot-spot genangan. Saya kira spot genangan itu ada di muka kantor gubernur di Petta Rani dan rumahnya Pak Plt Gubernur (Jalan Yusuf Dg Ngawing). Itu yang layak kita bangun,” tambahnya.

Namun untuk skala banjir kronis, seperti di Kodam III, atau di Antang Blok 8 dan 10, harus dibuatkan drainase untuk mengalirkan air yang pada waktu hujan deras, akan menggenangi perumahan penduduk.
“Drainase itu tinggal disempurnakan alirannya. Penyempitan aliran air yang juga sudah diperbaiki,” tandas Danny. (rhm)

Exit mobile version