MAMUJU, BKM — Kegiatan perbaikan serta pengerukan tanah di sepanjang jalan Trans Sulawesi di Desa Takandeang, mulai disoroti pengguna jalan. Material tanah yang menutupi akses jalan membuat pengendara waspada setiap melewati jalur tersebut.
Kondisi semakin diperparah akibat dari pelaksana pekerjaan yang seolah-olah tidak berusaha menangani setiap keluhan pengendara yang melewati jalur Trans Sulawesi ini.
Mahmud, salah seorang warga Tapalang yang setiap hari melewati jalur Trans Sulawesi Tapalang-Mamuju, kepada BKM, mengatakan, apa yang terjadi tersebut seharusnya pelaksana pekerjaan berusaha melakukan pembersihan badan jalan agar tidak merugikan pengendara. Apalagi kan jalan disitu merupakan jalan Trans Sulawesi.
”Di lokasi itu ada mobil tangki yang disiapkan pelaksana. Tapi mobil tangki yang seharusnya diperuntukkan membersihkan material tanah yang berceceran ke badan jalan, cuma diparkir saja. Mobil tersebut baru digunakan kalau pekerjaan sudah mau istirahat. Misalnya pada sore hari,” tuturnya.
Wartawan BKM ketika berada di lokasi kegiatan, belum mendapatkan informasi. Karena tidak ada yang berani berkomentar. Ditambah papan proyek kegiatan tidak ada terpasang.
Begitu pula pihal BP2J Sulbar yang berusaha dikonfirmasi beluma mendapatkan respon. Setiap dihubungi baik melalui telepon maupun WA selalu diabaikan. (zul)
Pengendara Keluhkan Pekerjaan Jalan Trans Sulawesi di Takandeang
