Site icon Berita Kota Makassar

Memesonanya Obyek Wisata Pulau Dutungan

BAGI Anda pecinta wisata air, Pulau Dutungan bisa menjadi pilihan. Ada banyak alasan menempatkannya sebagai destinasi.
Pulau ini terletak di Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Dari sebuah dermaga di Dusun Ujung, pengunjung akan diantar menggunakan perahu bermotor dengan kapasitas penumpang kurang lebih 20-30 orang. Perjalanan hanya butuh waktu lima menit. Ada dua perahu yang silih berganti menjemput dan mengantar mereka yang hendak masuk dan keluar dari Pulau Dutungan.

Pengelola tempat ini telah melakukan pembenahan yang cukup besar di dalam kawasan obyek wisata. Vila dan tempat menginap bagi wisatawan ditambah jumlah dan fasilitasnya. Terdapat 10 vila yang terbuat dari kayu dengan kapasitas 10 orang. Lima rumah dengan kapasitas 15 orang atau lebih, serta lima rumah untuk kapasitas keluarga kecil.
Harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Antara Rp600 ribu hingga Rp1,7 juta. Untuk masuk, pengunjung membayar Rp50 ribu per orang. Itu sudah termasuk biaya transportasi perahu pergi dan pulang. Terpisah dengan sewa vila dan biaya menginap di tenda yang dibawa sendiri oleh pengunjung. Jika ingin menyewa gazebo, ada juga di tempat ini. Sewanya Rp200 ribu.
Bagi pengunjung yang suka menguji adrenalin di atas air, pengelola menyiapkan banana boat yang ditarik speedboat. Ada pula jet ski. Bagi yang ingin snorkling dan hendak menikmati pemandangan alam bawah laut, bisa juga melakukannya di tempat ini.

Animo masyarakat untuk berkunjung ke tempat ini tergolong besar. Di hari Jumat (10/9) saja, banyak wisatawan yang berkunjung. Vila yang tersedia di tempat ini seluruhnya terisi. Ada pula yang mendirikan tenda berupa tanah lapang yang berada tak jauh dari pinggir laut. Mereka menginap di dalamnya.
Di sore hari banyak yang mandi di laut depan papan nama pulau bertuliskan Dutungan Island. Pada pagi hari suasana lebih ramai lagi. Karena banana boat sudah melayani mereka yang ingin menyewanya. Termasuk atraksi jet ski.
“Desa Cilallang terdiri dari pesisir, daratan, dan pegunungan. Yang terbesarnya itu adalah pesisir. Makanya ada Pulau Dutungan, karena memang Desa Cilellang itu luas wilayahnya lebih banyak ke pesisir,” ungkap Rudi Hartono, kepala Desa Cilellang.
Sebelumnya, Pulau Dutungan tidak begitu menarik. Masyarakat setempat tidak terlalu memerhatikannya. Barulah setelah pemerintah melirik, akhirnya pulau ini menjadi salah satu kawasan wisata andalan Kabupaten Barru.
Karena begitu memesona, pulau Dutungan tidak hanya menjadi tempat berlibur dan menghabiskan waktu bersama orang terkasih serta keluarga. Namun tak jarang pula menjadi opsi untuk melakukan foto prewedding.

Ketua BPD Cilellang Andi Ahmad menjelaskan, potensi pariwisata menjadi titik fokus pengembangan. Karena itu ke depannya jajaran pemerintah desa dan BPD akan bersinergi guna mengembangkannya.
Selain kawasan pesisir, desa dengan jumlah penduduk lebih kurang 4.500 jiwa ini juga mempunyai potensi wisata di bidang pertanian, perkebunan, dan pegunungan.

“Kami dari pengurus BPD mendampingi kepala desa, tentunya mewakili aspirasi masyarakat untuk menggali potensi-potensi untuk meningkatkan pendapatan,” tutur Andi Ahmad.

Karena Cilellang terletak di pesisir pantai, Andi Ahmad mengusulkan agar disediakan perahu khusus untuk digunakan bagi pengunjung yang hobi memancing. Namun sebelum rencana itu terealisasi, maka perlu pembenahan pada wilayah laut agar dapat digunakan sebagai tempat wisata.
“Alhamdulillah, Pak Desa sudah menerobos semua. Kemarin pantai agak kotor karena masyarakat biasanya lebih praktis buang air di sana, sekarang sudah diantisipasi dengan menyediakan WC untuk setiap keluarga. Selanjutnya tinggal menyediakan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah. Sebab yang masih membuat pantai kotor, itu karena tidak ada tempat pembuangan sampahnya,” jelas Andi Ahmad lagi.

Abdul Malik, selaku wakil ketua BPD, menambahkan kolaborasi pemerintah desa dengan BPD telah terjalin dengan baik selama ini. Salah satunya terlihat pada upaya pengembangan sektor pariwisata di tempat ini. Hasilnya, destinasi wisata Pulau Dutungan pun kian dikenal masyarakat.
”Kami berpikir bahwa potensi ini akan dimaksimalkan dengan membantu menghadirkan infrastruktur penopang pariwisata, khususnya yang berada di Desa Cilallang.
Karena berada di pesisisr pantai, potensi tersebut harus dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Melihat potensi wisata Desa Cilallang, Malik menyampaikan rencana untuk menyediakan wisata kuliner. “Tentu kita tidak ingin membuang kesempatan ini. Dengan membangun petak-petak untuk wisata kuliner, kita dapat memasukkan beberapa warga untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan membuat kuliner yang disukai oleh wisatawan,” tandasnya.
Atas nama pemerintah Desa Cilallang, Rudi Hartono mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk datang dan menikmati indahnya Pulau Dutungan. “Insyaallah, kami masyarakat Desa Cilallang siap menerima pengunjung dengan tangan terbuka,” kuncinya.
Kepala Dinas Pariwisata Barru Andi Syarifuddin, mengatakan daerah ini memiliki potensi wisata yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Karen Barru memiliki daerah ketinggian, dataran, serta garis pantai yang panjang.
Untuk garis pantai, dimulai dari perbatasan Kabupaten Pangkep-Barru hingga perbatasan Barru-Pare-pare, dengan panjang sekitar 78 km. Beberapa spot diantaranya memiliki potensi sebagai pengembangan pariwisata, khususnya wisata bahari.

“Kita juga punya daya tarik di ketinggian. Kita punya beberapa kawasan yang sementara ini dikembangkan. Termasuk tentu di dataran, yang selama ini kita fokus dengan pengembangan desa wisata,” terang Andi Syarifuddin.

Kabupaten Barru memiliki potensi yang cukup lengkap. Letak geografisnya berada di poros lintas utara-selatan. Sehingga mereka yang dari Makassar hendak ke Toraja, Palopo, atau Sulawesi Barat, tentu melewati daerah ini. Jika dilihat dari aspek promosi, hal tersebut menjadi kekuatan yang dimiliki oleh pariwisata Barru, karena akan lebih mudah dilirik.


Dari segi aksesibilitas, dari bandara Sultan Hasanuddin ke Kabupaten Barru hanya ditempuh selama kurang lebih satu setengah jam.
Kami katakan, Barru menjadi daerah lintas yang cukup baik. Karena orang berjalan ke utara ini paling pas istirahatnya di Barru. Tetapi ke depannya kita tentu tidak hanya ingin menjadi lintas wisata. Target kita adalah menjadikan Barru ini sebagai sebuah destinasi utama di Sulawesi Selatan, disamping Toraja dan Bulukumba. Kami sangat optimis dengan beberapa kekuatan dan juga letak geografis dan kondisi topografis tiga dimensi tadi,” jelas Andi Syarifuddin.

Terkait dengan hal tersebut, terdapat potensi Barru yang saat ini sebagai lintas wisata menjadi destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi.

“Melalui penjabaran visis misi dari bupati, pertama memetakan daya tarik wisata unggulan yang ada di Kabupaten Barru. Yang kita prioritaskan adalah daya tarik wisata yang memang memiliki keunggulan,” ungkapnya.
Dengan keunggulan yang dimiliki ini, akan lebih gampang untuk bisa diangkat dan dikembangkan agar dapat menggaet daya tarik yang lain.

Saat ini terdapat dua daya tarik yang menjadi prioritas utama Dinas Pariwisata Barru. Yakni Lappa Laona dengan daya tarik wisata ketinggian. serta wisata bahari taman laut Mallusetasi dengan daya tarik wisata favorit Pulau Butungan.

Diakui Andi Syarifuddin, m
engembangkan sebuah daya tarik itu tentu tidak sertamerta. Harus melalui tahapan-tahapan. Prinsipnya kita membangun, merintis, mengembangkan dengan berharap suatu waktu bisa maju. Yang pertama adalah bagaimana daya tarik wisata ini bisa berkembang dan yang paling pokok bahwa daya tarik yang ada di kabupaten Barru ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat setempat. Persoalan tadi saya kira bisa menyusul. Kalau sudah berkembang pasti kontribusi ke PAD juga akan meningkat.
Khusus untuk obyek wisata laut, apa yang dilakukan Dinas Pariwisata untuk pengembangan. ”
Taman laut Mallusetasi ini memiliki beberapa pulau. Di antaranya Pulau Dutungan, Pulau Bakki, Pulau Batu Kalasi, dan Gusung yang berada di antara Pulau Bakki dengan Pulau Dutungan. Potensi ini yang coba dikembangkan oleh Dinas Pariwisata bersama pengelola wisata tersebut,” jelasnya
.
Lebih jauh diharapkan obyek wisata yang ada bisa lebih dieksplor lagi, khususnya daya tarik bawah lautnya. ”Karena kita punya daya tarik bawah laut ini sebenarnya cukup bagus. Sudah diteliti oleh teman-teman dari lembaga penelitian Unhas beberapa tahun lalu dan sudah menetapkan spot-spot, yang dilaporkan bahwa masih sangat bagus untuk daya tarik wisata bawah lautnya,” ungkap. (pkl)

Exit mobile version