MAMUJU, BKM — Warga Tumuki, Desa Bambu menyorot pengerjaan proyek air bersih yang dilaksanakan di Dusun Tamasapi, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju.
Tokoh masyarakat Bambu, H Damris mengatakan lokasi pembangunan pipa proyek Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dan Jaringan Perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (SPAM IKK) Tumuki Bambu tersebut, telah dipindahkan.
“Pada saat diumumkan permohonan proposalnya, ini (pembangunan pipa) masih Tumuki, kok, tiba-tiba pindah di Tamasapi. Ini jelas-jelas pelanggaran,” ungkap Damris kepada sejumlah wartawan.
Bahkan, anggota Komisi III DPRD Sulbar itu mengatakan, sebelumnya sudah ada tim survei dari Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman BPP Wilayah Sulbar datang ke Tumuki. Nyatanya, pembangunan pipa justru dilaksanakan di Tamasapi.
Ia sangat menyesalkan pemindahan tersebut karena masyarakat Tumuki Bambu sangat membutuhkan air bersih. Pemindahan lokasi pembangunan pipa itu lantas dibantah pihak Satker Pelaksana Prasarana Permukiman BPP Wilayah Sulbar.
“Terkait nomenklatur, dari awal perencanaan, proyek ini memang sudah di Tamasapi oleh tim PPK Perencanaan,” jelas PPK IPA KAP. 10 L/DT dan Jaringan Perpipaan SPAM IKK Tumuki Bambu, Husain Hs, ST., MT, belum lama ini.
Dirinya mengaku sudah dimintai keterangan oleh Kejati Sulbar soal polemik tersebut. Mediasi dengan berbagai pihak termasuk kepala Desa Bambu juga telah dilakukan. Husain menjelaskan, BPP Wilayah Sulbar mengalokasikan proyek IPA dan Jaringan Perpipaan SPAM-IKK berdasarkan permintaan pemerintah daerah kabupaten.
“Ini program usulan dari kabupaten. Jadi bukan dari proposal tapi dari Renja kabupaten. Kabupaten menyiapkan lahan. Trus kenapa lokasinya Tamasapi, karena di situ ada potensi air yang dilihat oleh PDAM Mamuju,” urainya.
Menurut Husain, kepala desa Bambu memang pernah bersurat dan meminta pembangunan embung dan jaringan air baku pedesaan sungai Tumuki. Tapi, surat tersebut tidak ditujukan ke pihaknya.
“Suratnya tidak ditujukan ke kami. Memang kalau permintaan embung dan jaringan air baku itu ranahnya PSDA,”sambungnya.
Dia membantah sudah melakukan survei awal ke Tumuki Bambu untuk pembangunan pipa IPA dan SPAM-IKK. “Tidak ada survei ke Tumuki.”
Sayangnya, Husain menyampaikan, tahun ini aliran air belum sampai ke Tumuki Bambu akibat anggaran terkena recofusing. Anggaran proyek sekira Rp 13,092 miliar itu hanya mampu mengakomodir hingga jalur Mapolda Sulbar.
“Proyek ini sudah capai progres 40 persen, targetnya Desember tuntas. Hanya saja belum sampai ke Tumuki. Insyaallah tahun depan kita lanjut sampai Tumuki, Bambu,” pungkas Husain. (zul/C)
