Site icon Berita Kota Makassar

Disdik Harap Segera Laksanakan PTM

MAKASSAR, BKM –Sejumlah kabupaten/kota di Sulsel telah menyiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di dalam kelas. Daerah tersebut rata-rata memiliki level penanganan covid 1,2 dan 3. Sementara daerah belum bisa melaksanakan yakni Kota Makassar Enrekang dan Toraja, karena masih melaksanakan PPKM level 4.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Hery Sumiharto, membenarkan kalau masih ada daerah/kota yang belum melaksanakan PTM.”Jadi yang belum tatap muka, Makassar, Enrekang sama Toraja. Daerah tersebut masih level 4,” jelas Hery Sumiharto, Senin (13/9)

Hery Sumiharto menambahkan PTM hanya untuk level 2-3 berdasarkan edaran dan surat dari kementrian.
“Kita berencana tatap muka semuanya, berpulang kembali ke kondisi covid minimal level 2-3, tatap muka sesuai surat menteri dan edaran plt gubernur. Dalam sepekan bisa dibuka. Disisi lain kita genjot program vaksin, besok kerja sama dengan BIN di SMAN 9 Makassar dan besoknya lagi terus jalan vaksin sekolah,” tuturnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, bahwa dirinya sangat mendukung terkait adanya kebijakan pembukaan sektor pendidikan selama PPKM level 1 hingga 3. Sehingga, sebagian besar daerah di Sulawesi Selatan sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas.
“Kita mendukung serta mengikuti arahan dari Bapak Menteri untuk pembelajaran tatap muka secara terbatas untuk wilayah PPKM Level 1, 2 dan 3,” kata Andi Sudirman.
Ia menambahkan, sejauh ini sudah ada beberapa sekolah yang telah melaksanakan proses pembelajaran tatap muka di Sulsel. Apalagi, mengingat kondisi di Sulsel yang masih ada yang sulit untuk dijangkau dalam melaksanakan pembelajaran secara daring atau pelajaran jarak jauh.

“Kami meminta bupati/wali kota yang wilayahnya masuk dalam zona yang diizinkan (PTM). Untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan kapasitas pelajar 50 persen,” terang Andi Sudirman.
Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kata dia, setiap pertemuan pembelajaran tatap muka hanya dapat dihadiri oleh 33 persen saja dari total jumlah. Sedangkan, bagi sekolah luar biasa sudah bisa hingga 100 persen.
Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini, Andi Sudirman mengingatkan untuk memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, juga mendorong pelaksanaan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta bagi pelajar di atas usia 17 tahun harus membangun Herd Immunity atau kekebalan kelompok.
“Untuk SLB dengan kapasitas 62-100 persen.Terkait ada sekolah yang diindikasikan belum bisa buka, untuk kemudian tidak diberlakukan menyeluruh,” katanya. (jun)

Exit mobile version