GOWA, BKM–Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin mengaku kecewa dengan ulah pihak kepolisian dari Polsek Parangloe yang menghentikan kegiatan komunitas pengguna motor Yamaha yang tergabung dalam N Mac Community (Gomax) Kabupaten Gowa yang menggelar Summer Camp di Parangloe, Sabtu (11/9) hingga Minggu (12/9)
Selain panitia telah mendapat persetujuan dari pihak pemkab Gowa, kegiatan Summer Camp yang melibatkan PMI Kabupaten Gowa diisi dengan aksi donor darah, bakti sosial bagi anggota yang berjumlah seratusan pengendara.
Menurut Darmawangsyah Muin, seharusnya kegiatan tersebut tidak dihentikan, namun dipantau jika ada hal yang dilanggar, apalagi lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. “Seandainya saya tau, bisa saya bantun untuk mendapatkan rekomendasi dari Polda,”ujar Darmawangsyah, Senin (13/9).
Sebelumnya, penghentian kegiatan aparat kepolisian dinilai pilih kasih karena banyak kegiatan yang berlangsung dengan peserta ribuan tidak dibubarkan, seperti saat mengumpulkan siswa di kawasan Istana Balla Lompoa dan pasar malam yang ada di belakang Gedung DPRD Gowa.
Ketua LSM Bapan Gowa Baharuddin Nur dan Ketua LSM Perak Muh Tafan Dg Siama meminta aparat tidak pilih kasih dalam melaksanakan perintah dari atasan. “Kalau konsisten, maka jangam beri ruang bagi yang lain untuk buat kegiatan dengan peserta ratusan, apalagi seribuan orang,” ujar keduanya, Senin (13/9) .
Ketua Gowa Max Community H Arda Daeng Ngunjung sejak awal mengingatkan bila kegiatan tersebut tentu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Kita siapkan tempat cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer dan semua anggota wajib pakai masker”tegas Daeng Ngunjung. (rif)
