MAKASSAR, BKM–Rencana Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, memotong Rp70 milliar anggaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) mendapat penilaian serius dari anggota DPRD Kota Makassar. Dewan menilai, pemotongan tersebut berdampak negatif ke pegawai.
Menurut anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir, potensi penurunan kinerja pegawai di lingkup Pemerintah Kota Makassar bisa saja terjadi dari pemotongan TPP mereka.
“Itu pasti menimbulkan efek dan dampak di pemerintahan, karena kasihan mereka yang mengharapkan tunjangan dari TPP itu, akhirnya tidak tercapai,” kata Abdul, kemarin.
Meski begitu, Wahab menegaskan, sebenarnya TPP tersebut bukanlah faktor utama menurunnya kinerja dari OPD 2020. Faktor lain justru disebabkan oleh refocusing anggaran yang tidak matang dari Pemerintah Kota Makassar.
Banyak program yang kesulitan jalan lantaran anggarannya tidak memadai. Menurutnya, ada faktor perencanaan yang kurang matang di lingkup pemerintah kota.
“Bahkan dari pos-pos kemarin itu ada yang hanya disisakan 20 persen anggarannya. Dengan banyaknya refocusing ke penggunaan anggaran untuk covid-19. Olehnya itu, ke depan masalah refocusing ini perlu dibicarakan lagi dengan matang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, membeberkan rencana perombakan besar-besaran anggaran belanja pegawai untuk belanja modal pada APBD Perubahan 2021 yang mencapai Rp680 milliar. Termasuk di antaranya Rp70 milliar TPP pegawai.
Plt Kepala Bappeda Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan, rencana tersebut selain diakomodir pada perubahan, juga akan diteruskan pada anggaran Pokok 2022.
“Jadi di Perubahan dan (Pokok) 2022. Efesiensinya nanti kita akan bawa ke belanja modal,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa proyek fisik memerlukan pembenahan, seperti untuk proyek jalan hingga rencana pembangunan Kawasan Olahraga (KOR) di Untia.
“Banyak yang kita lakukan, insyaallah, segera, mudah-mudahan pendapatan juga segera bisa maksimal. Karena untuk harapannya kan masih dalam kondisi covid-19 begini. Ada beberapa pendapatan yang mesti adjust atau menyesuaikan,” ungkapnya.(nug)
