Site icon Berita Kota Makassar

PPnBM Selamatkan Industri Otomotif

Deretan mobil baru siap diekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Jakarta, Kamis (11/2/2021). inerja ekspor sektor otomotif Indonesia diprediksi berakselerasi pada tahun ini, sejalan dengan tren perekonomian yang berangsur-angsur pulih. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2020 ekspor mobil secara utuh dari pelabuhan di Indonesia ke sejumlah pasar luar negeri anjlok 30,1%, dari 332.004 unit menjadi 232.175 unit. Adapun, ekspor mobil secara terurai lengkap (CKD) pada 2020 juga turun 60,1% dibandingkan dengan capaian 2019. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

JAKARTA, BKM — Industri otomotif Indonesia dianggap berhasil ‘diselamatkan’ di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19, setelah penerapan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Penjualan otomotif dalam negeri kembali menggeliat meski belum sepenuhnya normal.

PPnBM 100 persen ditanggung pemerintah dan berlaku sejak Maret 2021 hingga 31 Agustus untuk mobil mesin tidak lebih dari 1.500 cc sukses menarik minat beli konsumen. Belum lagi aturan PPnBM juga menyentuh mobil 2.500 cc meski yang ditanggung cuma 50 persen PPnBM.
Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi, mengatakan, relaksasi mampu mengubah industri dalam waktu beberapa bulan. Penjualan yang semula lesu akibat wabah covid-19, namun kembali menanjak secara perlahan mulai kuartal II 2021.

”Bisa dilihat selama adanya insentif ini membantu meningkatkan,” kata Anton dikutip dari salah satu media.
Anton mengatakan, dampak dari insentif juga terasa luas khususnya bagi bisnis mobil di Indonesia. Dikatakan industri pendukung otomotif mulai dari pemasok suku cadang, dealer, asuransi, hingga lembaga pembiayaan yang mencakup roda empat dan kembali bergairah berkat adanya insentif PPnBM.

Dampak positif dari insentif pajak juga bisa dilihat berdasarkan data penjualan 2021 dibandingkan 2020. Pada Januari sampai Juli, mengutip data wholesales Gaikindo, penjualan mencapai 460.105 unit atau naik 60,8 persen dari periode sama pada 2020 sebanyak 286.217 unit. Sedangkan retail Januari-Juli 2021 naik 38,5 persen menjadi 451.872 unit, dari sebelumnya pada tujuh bulan 2020 hanya 326.379 unit.
Alhasil, Indonesia menjadi negara yang paling banyak menjual mobil di kawasan ASEAN periode Januari sampai Juli. Thailand mengekor dengan penjualan 425 ribu unit, Malaysia 256 ribu unit, Vietnam 166 ribu unit, Filipina 154 ribu unit, Singapura 37 ribu unit, dan Myanmar 6.700 unit.

Hasil riset ISI menyebutkan, relaksasi PPnBM mampu meningkatkan nilai penjualan mobil sebesar Rp22,95 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama 2020 Rp10,62 triliun. Total pendapatan negara yang diperoleh berkat PPnBM sebesar Rp5,17 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama 2020 sebesar Rp3,3 triliun. (int)

Exit mobile version