WAJO, BKM –Bupati Wajo Amran Mahmud menginstruksikan perangkat daerah memaksimalkan keberadaan dapur umum dan menyiapkan lokasi pengungsian untuk para yang terdampak bencana banjir.
“Dapur umum ini diharapkan melayani kebutuhan para pengungsi di tiga titik itu, mulai sarapan, makan siang, dan makan malam. Begitu juga diperuntukkan untuk para relawan. Jangan biarkan mereka kelaparan,” tegas Amran usai meninjau lokasi pengungsian.
Sesuai data Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (Dinsos-P2KB P3A), hingga Selasa (14/9) ada 105 jiwa yang memilih mengungsi di tiga lokasi yang disiapkan.
Khusus dapur umum yang sudah disiapkan Dinsos, rencananya akan beroperasi selama tujuh hari, sambil melihat perkembangan kedepannya. Jika status tanggap darurat diperpanjang, maka dapur umum juga bakal dilanjutkan.
Berdasarkan pantauan, selain meninjau lokasi dapur umum, Amran meminta Kepala BPBD dan Kadis Sosial untuk tetap menyiagakan anggotanya dalam penanganan banjir di sejumlah wilayah di Wajo.
“Kepada Camat, Kades dan lurah agar aktif melaporkan dan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk penanganan di wilayahnya, khususnya di sekitar sungai yang masih terendam. Apalagi informasi terakhir tinggi air di bendung gerak setinggi 8,2 meter. Kita harus tetap waspada,” imbau Amran. Amran tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para relawan kemanusiaan yang senantiasa aktif untuk melakukan penanganan banjir dan membantu warga.
Sementara Kepala Dinas Sosial P2KBP3A, Ahmad Jahran mengatakan, dapur umum ini akan beroprasi selama 7 hari kedepan. Bila tanggap darurat diperpanjang maka dapur umum juga akan diperpanjang.
“Dapur umum ini mengikuti status tanggap darurat, kalau status tanggap darurat pekan depan diperpanjang, dapur ini juga akan menyesuaikan,”pungkasnya. (ono/C)

