JAKARTA, BKM — Fasilitas kredit perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih mengalami peningkatan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit menganggur hingga Juli 2021 meningkat 1,54 persen year on year (YoY) dari Rp1.654,9 triliun.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktivitas usaha para debitur bank masih lambat. Sementara pada bulan Juni sudah sempat turun sebesar 0.17 persen secara YoY ke level Rp1,607,95 triliun.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) merupakan salah satu yang mencatat kredit menganggur. Jumlah undisbursed loan bank ini per Agustus 2021 mencapai Rp53 triliun atau sebesar 9,4 persen dari total kredit perseroan. Jumlah tersebut naik 10,1 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan, sektor yang masih belum maksimal dalam penarikan fasilitas kreditnya berasal dari sektor utilities. Seperti listrik, gas dan air, sektor manufaktur dan perdagangan.
”Ketiga sektor ini memang sifat penarikan kreditnya per termin atau sesuai kebutuhan sehingga porsi undisbursed loannya relatif besar mengingat kondisi pandemi yang masih terus membayangi dunia,” kata Novita seperti dikutip dari salah satu media, akhir pekan lalu. (int)

