PAREPARE, BKM — Komandan Pos SAR Ajatappareng Kota Parepare yang meliputi Kabupaten Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang dan Kota Parepare Dadang memberikan imbauan dan peringatan kepada para nelayan.
“Kami mengimbau agar para nelayan dan pengunjung wisata pantai untuk sementara agar tidak beraktifitas dilaut, melihat cuaca saat ini sangat extrim dan gelombang di laut yang tidak bersahabat,” ujar Dadang, Selasa (21/9).
Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini adanya potensi banjir bandang akibat curah hujan tinggi di Indonesia.
BMKG meminta 19 daerah termasuk Sulsel mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan yang lebat mendatang bisa terjadi banjir bandang.
Sementara Pemkot Parepare melalui Kepala Pelaksana BPBD Kota Parepare Rusli didampingi Erick, Staf Kedaruratan kepada BKM mengakui sudah menerima imbauan dini BMKG.
“Beberapa titik diwaspadai lebih dini saat ini yakni, batas Lapadde Galung Maloang, Sungai Tegal yang biasa meluap.” tandas Rusli, Selasa (21/9).
Ditambahkan Erick, meski hujan deras kalau air laut tidak pasang tidak ada banjir bandang seperti Sungai Jawi Jawi bisa meluap hingga ke sekolah unggulan SMAN 5, Stadion Gelora Mandiri, Salo Karajae, Titik Kedua Lontangnge dan Lemoe.
BPBD Kota Parepare sejauh ini memberlakukan siap siaga piket 1×24 jam. Stand bay 15 orang personel dengan peralatan lengkap. Diimbau kepada warga masyarakat segera menghubungi kontak person 112 apabila ada kejadian bencana.
Sementara untuk daerah yang sudah menjadi langganan genangan air dibeberapa jalan umum seperti Jalan Lahalede, Bau Massepe, Agussalim, Veteran, termasuk Lumpue bagian timur genangan air hanya 1-2 jam kembali normal.
”Kami BPBD Parepare merencanakan pasang pos siaga khusus SAR laut lebih dini bekerja sama Basarnas. Dari pengalaman kejadian tahun sebelumnya pada akhir tahun hingga awal tahun terjadi bencana sehingga jauh-jauh hari kami mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa dideteksi lebuh dini,” tandasnya. (mup/C)

