Site icon Berita Kota Makassar

Pasarkan Hasil Produksi UMKM dan Bebas Ongkir

PANDEMI covid-19 telah membuat sektor ekonomi terpukul. Namun, usaha harus tetap berjalan. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lalu mencoba untuk kembali bangkit. Di tengah situasi ini, frozen food Tokonya Oma hadir untuk membantu mereka memasarkan hasil produksinya.

Hamriani Hamzah adalah pemilik usaha yang berlokasi di Jalan Tala’ Salapang Raya, Kota Makassar itu. Sang owner sengaja memilih tempat ini karena berada dari dua kantor bank BUMN, yang pegawainya memang menjadi sasaran pasar Tokonya Oma.
Ani –sapaan akran Hamriani– bercerita tentang awal mula membuka usahanya. Delapan bulan lalu ia merintis bisnis ini. Waktu itu penjualannya dilakukan secara daring.
”Saya dan suami kan PNS. Saat itu berlaku aturan WFH (work from home). Anak-anak juga kalau selesai belajar daring, mereka vakum. Saya kemudian pancing-pancing mereka dengan membuat status berjualan di sosmed. Waktu itu jualannya masih sedikit, tapi pembelinya pasti,” tuturnya.

Ternyata warganet memberi respons positif. Jualan yang ditawarkan oleh Ani mendapat sambutan. Pesanan pun datang.
”Setelah kembali berkantor karena sudah WFO (work from office), jualan lewat medsos masih terus dilakukan. Biasanya sepulang kerja di sore hari saya langsung buat status, ready gan..ready gan. Pertamanya anak-anak sempat malu waktu itu. Tapi lama-lama sikap mereka berubah,” ungkap Ani.
Diakui Ani, dirinya membuka toko daring bukan sekadar untuk meraup keuntungan. Melainkan menjadikannya sebagai ajang belajar bagi anak-anaknya. Termasuk soal tanggung jawab.
”Kalau saya ke kantor (WFO), pesanan barang kan lewat telepon. Semuanya masih di kontak saya. Jadi kalau ada pesanan yang masuk, saya minta anak-anak yang antarkan. Ternyata mereka berebutan untuk mengantar barangnya. Mereka yang anak-anak millenial rupanya tidak pernah gengsi,” terang Ani lagi.
Setelah yakin dengan perkembangan usaha yang dijalaninya, Ani kemudia memutuskan membuka toko untuk memasarkan langsung frozen food yang dijualnya. Poros Jalan Tala’ Salapang dipilih karena memang akses yang cukup ramai dan berada tak jauh dari sasaran pasar.

Sadar akan persaingan yang kian kompetitif, Ani menawarkan barang jualannya dengan harga bersaing. Selain itu, servis berbeda juga diberikan kepada customer.
”Untuk pemesanan dengan pembelian Rp100 ribu ke atas, free ongkir (ongkos kirim). Ini berlaku untuk wilayah Tala’ Salapang, Minasa Upa, Jalan Alauddin dan sekitarnya,” terang Ani.
Melalui usahanya, wanita berhijab yang berstatus ASN di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ini berusaha untuk memfasilitasi UMKM dalam memasarkan hasil produksinya. Apalagi dengan posisi Ani sebagai kepala Bidang Promosi.

”Prinsipnya, ketika WFH saya tetap menjalankan tupoksi dengan mempromosikan produk UMKM. Sudah ada beberapa yang saya jual di sini,” ujarnya sambil memperlihatkan salah satu produksi UMKM dari Kabupaten Gowa. Produk makanan tersebut dijual dengan harga Rp15 ribu. Tapi jika langsung mengambil empat, harganya cukup Rp50 ribu.
Ani berjanji untuk peduli terhadap UMKM dan tidak merugikan mereka. Memberikan panggung untuknya guna menggali kreativitas serta sumber daya yang dimiliki.
”Dalam kondisi seperti ini hampir semua ide kreatif emak-emak muncul, khususnya di bidang kuliner. Itu yang coba kami fasilitasi untuk dipasarkan,” imbuhnya.

Tokonya Oma menjual aneka makanan, mulai dari yang modern, khas Korea bagi kalangan millenial, hingga yang makanan yang cocok untuk diet. Pemasarannya pun tetap dilakukan melalui daring, walau sudah membuka toko. Ani menawarkannya melalui WA dan IG. Kerja sama dengan ojek daring saat ini sementara dalam proses.
Ditanya tentang pemilihan Tokonya Oma sebagai nama, Ani berkisah dengan penuh haru. ”Saya terinspirasi dari omanya anak-anak saya (ibunda Ani). Di mata cucu-cucunya ia sosok yang sangat penuh kasih sayang. Pengertian dan peduli pada orang lain, bukan hanya keluarga. Saya berharap dengan nama toko ini, saya bisa punya empati terhadap orang lain. Di samping itu, ketika oma meninggal, saya merasa belum bisa membuatnya bangga. Saya yakin, dengan membantu orang lain memasarkan produknya di toko ini, menjadi amal jariah juga untuk beliau,” tuturnya dengan nada kalimat terputus-putus. (*/rus)

Exit mobile version