Site icon Berita Kota Makassar

Kampus Unhas Gaduh Lagi

MAKASSAR,  BKM — Lama tak terdengar, kegaduhan akibat aksi tawuran di kampus Univesitas Hasanuddin (Unhas) kembali terjadi. Peristiwa berlangsung, Kamis dinihari (23/9) pukul 00.20 Wita. Sebanyak 26 orang diamankan aparat kepolisian.

Mahasiswa dari dua fakultas terlibat dalam tawuran ini, yakni Fakultas Peternakan dan Fakultas Teknik. Tim Penikam Polrestabes Makassar bersama Patmor Polda Sulsel dan Opsnal Polsek Tamalanrea langsung datang ke lokasi sesaat setelah pecahnya tawuran. Sejumlah barang bukti pun disita.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar AKP Pol Lando yang dikonfirmasi BKM, Kamis siang (23/9) menjelaskan, informasi peristiwa tersebut berawal dari laporan anggota Opsnal Polsek Tamalanrea. Dilaporkan bahwa telah terjadi perang antarkelompok mahasiswa di himpunan Fakultas Peternakan Unhas.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Opsnal Polsek Tamalanrea yang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Muhammad Ikbal Kosman langsung datang ke lokasi kejadian. Diperoleh keterangan bahwa tawuran berawal ketika ada tiga orang mahasiswa Fakultas Teknik Unhas kampus Gowa mendatangi sekretariat himpunan mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas, Tamalanrea. Mereka adalah Fd, AP, dan RA.
Ketiganya bermaksud mengonfirmasi permasalahan pembakaran spanduk yang mereka pasang di spanduk centre kampus. Namun, saat melintas di depan sekretariat himpunan, ketiganya diduga diserang dan dianiaya.
Tak terima perlakuan tersebut, ketiganya lalu menyampaikan ke rekannya sesama mahasiswa Fakultas Teknik melalui WA. Tak lama kemudian, sekelompok mahasiswa FT kampus Gowa datang ke kampus Unhas Tamalanrea. Tawuran pun tak terhindarkan.

Merespons peristiwa tersebut, anggota Opsnal Polsek Tamalanrea berkordinasi dengan SPKT Polsek Tamalanrea, tim Penikam Polrestabes, serta Patmor Polda Sulsel. Mereka kemudian bergerak melakukan penyisiran di lokasi tawuran.
Tujuh orang mahasiswa FT diamankan di Kantin Kesehatan (eks kantin Fakultas Teknik). Polisi kemudian mengembangan pencarian pelaku tawuran. Di depan sebuah rumah bernyanyi Jalan Perintis Kemerdekaan, petugas menciduk 13 orang. Enam lainnya diamankan di depan Toko Rumahku Jalan Perintis Kemerdekaan.
Sebanyak 26 mahasiwa FT tersebut kemudian dibawa ke Mapolrestabes Makassar bersama sejumlah barang bukti, masing-masing tiga bilah senjata tajam, serta delapan unit sepeda motor. Mereka yang diamankan masing-masing Fd (26) mahasiswa mahasiswa Teknik Elektro. FP (19)
dari Teknik Perkapalan, AP (19) Teknik Mesin, Kv (19) Teknik PWK, Rh (22), dan RA (20) Teknik Mesin.
IAG (21), MI (20), Mu (20), Fz (20), Rhm (20), Er (20), dan MP 19. Satu lainnya, Mrs (17) yang diketahui bukan mahasiswa.
Dua mahasiswa yang diamankan tertangkap membawa senjata tajam. As (21) ditemukan membawa pisau lipat, dan Fr (22) membawa badik.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fatur Rakhman, menjelaskan bahwa para hari Sabtu (18/9) lalu pukul 03.00 Wita, spanduk milik mahasiswa Fakultas Peternakan diduga dirobek oleh mahasiswa Fakultas Teknik di spanduk centre. Selanjutnya, mahasiswa FT mengganti spanduk tersebut dengan memasang spanduk milik mereka.
Hal tersebut direspons oleh mahasiswa Fakultas Peternakan dengan menurunkan spanduk milik mahasiswa FT. Spanduk yang diturunkan itu kemudian dibakar. Aksi tersebut direkam, lalu kemudian mengirimkan videonya kepada salah satu mahasiswa Fakultas Teknik. Tiga mahasiswa FT datang ke Fakultas Peternakan untuk mempertanyakan hal itu, namun mereka menjadi sasaran penganiayaan.

Tiga orang mahasiswa FT itu telah dimintai keterangannya oleh polisi. Mereka membenarkan telah dianiaya saat melintas di depan sekretariat himpunan Fakultas Peternakan.
”Ada 26 orang yang diamankan. Saat ini masih dalam pemeriksaan,” ujar Kompol Jamal, kemarin.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, petinggi rektorat dan Komisi Disiplin (Komdis) Unhas akan mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswa yang terbukti terlibat tawuran. Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman mengaku belum mengetahui secara pasti bentrok dan penyebab terjadinya.

”Saya komunikasikan dulu dengan wakil rektor kemahasiswaan, ya. Soalnya itu juga saya tahunya tidak jelas. Ada masalah apa, saya juga tidak tahu. Karena kondisi kampus sekarang , mahasiswa masih melakukan perkuliahan daring,” ujar Ishaq yang dikonfirmasi, Kamis (23/9).

Walau begitu, lanjut Ishaq, bila memang benar terjadi tawuran sesama mahasiswa, maka akan dimbil tindakan sesuai ketentuan aturan kampus. Apalagi jika ada yang ditemukan membawa senajata tajam.
”Biasanya begitu. Nanti Pak WR (Wakil Rektor) Kemahasiswaan yang akan memanggil pimpinan dua lembaga mahasiswa itu. Mereka akan diminta penjelasan terkait penyebab terjadinya tawuran,” jelas Ishaq. (jul-ita)

Exit mobile version