MAKASSAR, BKM — Ide menjalankan sebuah bisnis biasanya diawali ketika seseorang sedang tidak lagi memiliki uang. Septiano Teguh Prasetyo mengamini hal itu. Ia merintis usaha di saat dirinya tak mempunyai rupiah untuk memenuhi kebutuhan sehari.
Tampil di studio Berita Kota Makassar lantai tiga Graha Pena, Kamis (23/9), pria yang akrab disapa Teguh itu berkisah tentang perjalanan usahanya. Lelaki yang juga seorang atlet dayung ini pernah menikmati kejayaan ketika berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Dari prestasi dan juara yang diukirnya, ia mendapatkan bonus.
”Waktu itu di Bandung. Uang bonus yang saya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sampai pada suatu saat uangnya habis. Di situlah muncul ide bisnis. Awalnya mencoba jual-jual sepatu dan tas,” tuturnya.
Namun, Teguh mengakui bahwa persaingan bisnis di Kota Kembang cukup keras. Ia kemudian memilih untuk kembali ke kampung halaman di Makassar. Bersama istrinya Rezky, dirintislah sebuah usaha pada tahun 2017.
”Semuanya kami mulai dari nol. Awalnya hanya drop barang. Sampai pada suatu waktu bertemu dengan seorang perajin boneka di Bandung. Dari perkenalan itu kami bersepakat untuk melakukan kerja sama usaha. Perajin kan tangan pertama. Jadi saya pesan langsung dan dikirim ke Makassar,” jelasnya.
Sedikit demi sedikit usaha ini memperlihatkan progress yang menggembirakan. Dimulai dari toko di Makassar, lalu dikembangkan sampai ke Maros. Selain menjual secara langsung, Teguh dan Rezky memasarkan boneka dagangannya melalui media sosial.
Sudah empat tahun Boneka Gallery Masto hadir. Teguh mengaku butuh proses panjang untuk bisa seperti saat ini. Ia lalu berkisah saat di mana dirinya menjadi kurir, mengantar boneka pesan konsumen.
”Sebenarnya saya kasihan melihat istri waktu itu. Seharusnya di tinggal di rumah, tidak perlu ikut mengantar. Tapi dia sendiri yang mau. Bahkan begitu bersemangat walau kami kepanasan karena naik motor. Dialah yang terus mendorong saya untuk terus berusaha. Servis yang terbaik berusaha kami berikan kepada pelanggan,” jelas Teguh.
Hasil tak pernah mengkhianati usaha. Teguh dan Rezki kini telah merasakan buah dari kerja kerasnya selama ini. Mereka telah mempekerjakan tiga orang kurir, dari tempat usahanya yang berlokasi dekat Pasar Carangki, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Titik lokasi Boneka Gellery Masto juga sudah bisa ditemukan di Google Map. Tidak heran jika semakin banyak yang datang langsung ke lokasi untuk melihat koleksi yang tersedia.
Saat di studio mini BKM, Teguh membawa serta sejumlah boneka yang dipasarkannya. Harga yang ditawarkan bervariasi. Mulai dari yang kecil seharga Rp5 ribu. Ada pula bonek yang cocok untuk hadiah wisuda yang didesain khusus. Harganya hanya Rp25 ribu, lengkap dengan topi toga.
Ada pula paket untuk wisuda. Lengkap buket bunga serta boneka dengan model sesuai pesanan. Bonekanya juga bisa dilengkapi dengan kartu ucapan.
Teguh dan Rezky terus memperluas jangkauan usahanya. Ada banyak reseller yang telah menjalin kerja sama dengannya. Mulai dari Soppeng, Toraja, Limbung (Takalar), hingga Sorong (Papua). (*/rus)
