Site icon Berita Kota Makassar

Persepakbolaan Harus Disentuh Kebijakan Kepala Daerah

PAREPARE, BKM–Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe (TP) tidak hanya banyak dibicarakan sebagai salah satu bakal calon gubernur, namun TP yang juga Wali Kota Parepare dua periode ini juga selring dikaitkan dengan perkembangan sepak bola di Sulsel, khususnya di Makassar.
Hal ini berawal ketika CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) memilih Stadion BJ Habibie Kota Parepare untuk menjadi markas pasukan ramang.

Mengingat, Stadion Mattoangin belum jelas pembangunannya.
Gayung bersambut, TP antusias menyambut kehadiran PSM Makassar dengan bergerak cepat merenovasi dua stadion sepak bola di Parepare sesuai regulasi Liga 1. Stadion Andi Makkasau diperuntukkan untuk latihan. Sementara Stadion BJ Habibie untuk pertandingan kandang PSM Makassar.
Banyak yang menilai jika TP sebagai politisi PSM Makassar. TP mengatakan jika dirinya bukan orang baru pecinta sepak bola. Khususnya menjadi fans PSM Makassar.

Saat masih di bangku SMA, suami dari Erna Rasyid itu tergabung dalam klub sepak bola pemuda bernama PS Jaka Putra. Saat itu ia satu tim dengan para pemain yang kelak jadi pemain Persipare era 1980-an seperti Yan Ambasalu, Sapri Salassa dan Jalil Koro.

Masa remaja-lah TP fans fanatik PSM Makassar. Di masa itu, TP ‘mati-matian’ mendukung Pasukan Juku Eja. Striker PS Jaka Putra itu rela menyisihkan uang jajan sekolahnya demi menyaksikan PSM Makassar di Stadion Mattoangin secara langsung. Baginya, jarak Parepare – Makassar bukan halangan bagi para laskar PSM.
“Saya ingat keseruan bersama teman-teman naik mobil penumpang. Kadang juga memohon ke orang tua meminjam mobil pick-up-nya. Bahkan kita pernah bermalam di stadion karena tidak dapat mobil,” kenang TP.
Sejatinya, sosok 55 tahun ini bukan orang baru kemarin menggilai olahraga termasuk sepak bola. Mulai dari sepak bola, jetski, golf, tennis, dan bahkan bersepeda kesukaannya dalam berolahraga.
Kegemaran olahraga juga terlihat dari upaya gencar membangun dan memperbaiki infrastruktur setiap tahunnya. Ada GOR Bacukiki, renovasi Lapangan Andi Makkasau hingga rehabilitasi Stadion Gelora BJ Habibie yang dulu bernama Stadion Gelora Mandiri.

Politik dan sepak bola, baginya tidak bisa dipisahkan. Ayah tiga anak ini mencontohkan bagaimana keinginan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah (NA) yang ingin menyulap Stadion Mattoangin berstandar FIFA.
Namun naas, pembangunan yang sudah dimulai itu terhenti setelah NA tersandung masalah KPK. Harapan suporter PSM Makassar memiliki stadion megah kembali pupus.

“Persepakbolaan harus disentuh dengan kebijakan kepala daerah. Bukankah kepala daerah itu merupakan jabatan politis. Biar bagaimana kuatnya suatu daerah dari segi pengggaran, kalau tidak ada politica will dan political action dari kepala daerah itu, kebutuhan mayoritas masyarakat yang pencinta sepak bola akan sulit terwujud,” ungkapnya. (rif)

Exit mobile version