Site icon Berita Kota Makassar

Warga Lepping Tagih Janji Wali Kota

MAKASSAR, BKM — Satu persatu warga korban kebakaran di Jalan Muh Tahir, Lepping, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate sudah mulai membangun rumah mereka. Material bangunan diperoleh dari hasil jualan bantuan sembako oleh donatur.

Dari pantauan BKM, pembangunan rumah warga saat ini masih berlangsung. Yang utama fokus dibangun bagian atap rumah menggunakan kanopi. Dengan bagitu warga di sana bisa terlindung dari panas sinar matahari juga hujan.
Daeng Tino, warga korban kebakaran mengaku sekarang ini sangat membutuhkan material bangunan agar bisa kembali membangun rumahnya. Material bangunan yang dimilikinya masih sangat terbatas.
“Ini kami mulai bangun pelan-pelan rumah ta. Paling fokus bagian atapnya. Kasihan kami apalagi itu anak-anak kecil sesak napas karena kalau tidur tidak ada atap dan banyak debu,” aku Daeng Tino, Selasa (21/9).
Agar bisa membeli material bangunan, Daeng Tino harus menjual sembako bantuan yang dipunya. Dari beras, mie instan, telur sampai perlengkapan mandi. Hasil penjualan itulah yang digunakan membeli bahan bangun rumahnya.
“Sudah habis sembako. Semua bantuan sudah kami jual. Bukan kemauan kami tapi, itu dilakukan agar kami bisa membangun lagi rumah kami,” sebutnya.
Sejak kebakaran terjadi pada 11 Agustus 2021, Daeng Tino mengakui belum pernah mendapatkan bantuan jenis bahan atau material bangunan. Yang masuk hanya sembako serta WC umum. Padahal yang paling utama membangun kembali tempat tinggalnya.

“Belum pernah ada warga di sini terima bantuan material bangunan. Kami warga membangun rumah itu materialnya dari hasil penjualan sembako yang kami dapat. Dulu pernah Walikota Makassar, pak Danny datang. Tapi mana janjinya?katanya tenang akan dibantu, tapi mana? Kami tagih janji pak Danny,” imbuhnya.
Lurah Jongaya, Zulkifli mengatakan tidak dapat memberi bantuan berupa material bangunan seperti yang diharap warganya. Dia hanya dapat mengalokasikan bantuan jenis sembako saja dan berusaha menyampaikan aspirasi warga ke tingkat atas.

“Kami akan menyampaikan aspirasi warga kami ke tingkat atas. Kami tidak bisa banyak berbuat karena kemampuan kami dari kelurahan bagaimana perut warga kami terisi. Makanya sembako kami berikan. Kalau materialnya kami koordinasikan,” akunya.
Dia menambahkan, kendala mengapa material bangunan sulit diberikan lantaran lahan yang digunakan warga di Lepping sebagian masih berstatus lahan milik Pemerintah Provinsi Sulsel.
“Inikan lahan milik pemerintah provinsi jadi sulit kalau kami langsung berikan bantuan material bangunan. Namun tetap saya akan koordinasikan lagi,” singkatnya. (arf)

Exit mobile version