MAKASSAR, BKM — Awal Oktober mendatang, pembelajaran tatap muka (PTM) mulai digelar di Makassar.
Berbagai persiapan sudah dilakukan dengan mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, untuk tahap awal, PTM akan digelar untuk jenjang SMP. Itupun tidak seluruhnya.
“Aturan dari pusat, dalam satu kecamatan, masing-masing disasar satu SMP negeri dan SMP swasta. Total ada 15 kecamatan, sehingga ada 30 sekolah yang bakal melakukan PTM pertama,” ungkap Danny.
Berbeda dengan wilayah lain, Makassar yang pernah menyandang status zona merah cukup lama, akan melakukan swab massal terlebih dahulu kepada para peserta didik.
“Jangan sampai ada yang lolos sakit, bisa jadi klaster baru. Nanti kita pelihara dengan Genose, testing-testingnya,” sambungnya.
Danny menambahkan tentang prosedur lanjutan yang disiapkan. Ketika nanti ditemukan ada yang terkonfirmasi positif, akan langsung diberhentikan dan dilakukan tracing.
Namun pada dasarnya untuk menghindari itu, terdapat 48 persyaratan untuk penyelenggaraan PTM. Termasuk persetujuan orang tua, ahli, dan sebagainya. Danny berencana untuk membahas persiapan PTM dengan para ahli pada Senin, (27/9) hari ini.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba mengatakan, pihaknya telah melaksanakan verifikasi dan validasi yang namanya daftar periksa sekolah.
“Daftar periksa sekolah itu ada empat komponen masing-masing punya sub. Sehingga totalnya itu 46 indikator yang harus dipenuhi oleh sekolah untuk melaksanakan PTM,” terangnya. Target penyelenggaraan, kata dia, tergantung dari masyarakat jika mampu menekan covid-19. Karena menurutnya, penyebaran covid-19 tergantung masyarakat jika taat prokes ataupun telah divaksin.
Ia menyebutkan, Dinas Pendidikan membuat satgas khusus untuk ditempatkan di sekolah selama PTM.
“Masing-masing sekolah juga punya satgas, tapi di Dinas Pendidikan butuh yang induk. Syaratnya 46 indikator ada Satgas Covid-19 di sekolah,” imbuhnya.
Unhas Siap PTM
Sebagai respon terhadap Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Universitas Hasanuddin siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kesiapan itu disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Muh Restu.
Dijelaskan, pada hakikatnya Unhas sudah lama merancang dan mempersiapkan prosedur pembelajaran tatap muka, bagaimana prosedur pembelajaran dalam kelas, laboratorium, laboratorium lapangan hingga penyelenggaraan seminar, ujian akhir dan promosi. Bahkan, ia mengklaim semua kebutuhan yang dipersyaratkan pada pembelajaran tatap muka terbatas sudah dimiliki oleh Unhas. Selain itu, Unhas sejak awal telah memiliki Satgas Covid-19 untuk membantu proses penerapan protokol kesehatan.
Awalnya, rencana pembelajaran tatap muka akan terlaksana pada semester akhir tahun akademik 2020/2021. Namun, akibat situasi pademi yang fluktuatif dan menunjukkan peningkatan beberapa waktu lalu, maka Unhas mengadakan adaptasi dan menunggu hingga kondisi memungkinkan.
“Pembelajaran tatap muka diprioritaskan untuk angkatan 2020 dan 2021 yang berdomisili di sekitar Makassar. Bagi mahasiswa yang posisinya jauh, bisa mengikuti tetapi dengan ketentuan khusus. Kelas dirancang secara hybrid dan bergilir. Misalnya ikut hari ini di kelas, minggu depan tidak ikut dalam kelas,” jelas Prof Restu.
Menurut Prof Restu, aturan ataupun konsep pembelajaran tatap muka belum disosialisasikan, mengingat belum ada surat keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan universitas. Pada dasarnya, Unhas sudah mempunyai kesiapan yang matang. Namun, tetap diperlukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk menyesuaikan antara kesiapan Unhas dengan kebijakan pemerintah.
“Kita sudah punya peluang untuk mengimplementasikan. Apalagi sebagian besar sivitas akademika Unhas sudah menerima vaksin lengkap. Jadi, secara umum menindaklanjuti edaran tersebut, Unhas sudah siap,” tutupnya. (rhm)
