BISNIS berbasis waralaba (franchise) tetap menggelit di tengah pandemi covid-19. Traffic Bun Cabang Utama Makassar yang hadir sejak 15 September 2021, ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat. Buktinya, sejak launching hingga saat ini, dalam sehari bisa menjual hingga 500 burger.
Owner Agnes Kartini mengungkap fakta itu dalam wawancara dengan Putri Sasongko untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Agnes didampingi Wanda Holtrop selaku manajer Traffic Bun.
Menurut Agnes, Traffic Bun hadir untuk memenuhi selera kalangan millenial Makassar. Ia juga melihat usaha ini memiliki prospek yang cukup baik ke depannya. Keyakinan itupun terbukti.
”Ini kan yang pertama di Makassar. Ketika kami opening di hari pertama, antusias masyarakat sangat tinggi dan luar biasa. Begitu pula di hari kedua dan ketiga,” tutur Agnes Kartini.
Banyak yang menilai pemandangan seperti ini wajar jika sebuah tempat usaha baru buka, sehingga pada hari-hari selanjutnya akan sepi pengunjung. Anggapan tersebut terbantahkan. Karena hingga saat ini pengunjung dan pesanan yang diterima Traffic Bun selalu tinggi.
”Sudah hampir dua minggu kami buka, jumlah pesanan tetap stabil. Berada di kisaran 450-500 burger habis dalam sehari,” ungkap Agnes, yang diiyakan Wanda.
Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat Makassar, khususnya milleal begitu suka dengan makanan jenis ini. Terbukti, ketika tim BKM ke lokasi yang berada di Jalan Boulevard, pengunjungnya didominasi kalangan remaja. Banyak pula pengemudi ojek daring yang antre untuk menunggu pesanan.
Kenapa minat konsumen seperti itu? Agnes dan Wanda menyebut, pihaknya memang mengutamakan dan selalu menjaga kualitas makanan. Dimulai dari penyiapan pertama hingga burger dihidangkan.
Untuk bahan baku utama pembuatan burger, baik yang basah maupun kering, semuanya dikirim langsung dari Jakarta. Khusus untuk bawang bombay dan telur, dibeli di Makassar.
Keduanya sedikit bercerita pengalaman di awal-awal Traffic Bun dibuka. Di waktu bahan baku datang pertama kali, pusat mengirimkan 3 ton. Jumlah itu diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan hingga bulan Oktober. Namun, karena tingginya animo masyarakat untuk menikmati burger khas Traffic Bun, kini stok tersebut sudah menipis sebelum sampai pada batas waktu yang diperkirakan.
”Wajar kalau pusat kirim stok sebanyak itu dan akan habis di bulan Oktober. Posisi kami kan di daerah. Beda dengan di Jakarta dan Jawa. Bisa cepat distribusinya. Tapi ternyata, belum seminggu kami buka, stoknya sudah hampir habis. Traffic Bun pusat geleng-geleng kepala. Trainernya juga tidak menyangka. Ini karena cita rasa burgernya memang beda,” ungkap Agnes.
Traffic Bun saat ini mempekerjakan 15 orang. Ditambah dua orang manajer. Salah satu burger yang menjadi unggulan dan best seller di tempat ini adalah black montana double berbahan daging. Ada pula vegas chicken dengan bahan ayam.
Selain bisa datang langsung untuk menikmati burger di Traffic Bun, konsumen juga bisa memesan lewat ojek daring. (*/rus)
