Site icon Berita Kota Makassar

Rp10 M Kredit Bank Sulselbar Diduga Macet di Tangan Nelayan

TAKALAR, BKM — Ratusan warga Takalar yang didominasi nelayan Galesong, bakal gigit jari dalam melakukan akad kredit di sejumlah perbankan. Nelayan yang menjadi nasabah Bank Sulselbar Cabang Takalar diduga tidak melunasi akad kreditnya yang jatuh tempo sejak tahun 2020 lalu.

”Kami sangat kesulitan mengakses kredit di sejumlah perbankkan. Karena nama kami masuk kategori nasabah yang tidak melunasi tunggakan kredit di Bank Sulselbar Cabang Takalar. Macetnya kredit kami itu dikarenakan larangan melaut akibat penyebaran virus Corona,” kata Sanuddin, salah seorang warga nelayan Galesong.
Diketahui, kredit yang bertitel Pundi Usaha Rakyat (PUR) dikucurkan pihak Bank Sulselbar tahun 2018 sampai 2019 kepada 282 warga nelayan dengan akad kredit per nelayan sebesar Rp50 Juta.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, jumlah kredit macet tersebut mencapai nilai kurang lebih Rp10 miliar. Salah satu Juragan nelayan berinisial GR yang dianggap sebagai penjamin atas kucurnya kredit PUR tersebut, membenarkan bahwa kredit tersebut gagal lunas hingga jatuh tempo ditahun 2020 akibat pandemi virus Corona.
”Iya, kami tidak mampu melunasi kredit PUR itu karena pandemi Corona. Dimana, sejumlah Patorani (nelayan) kami tidak melaut. Akibatnya, hasil tangkapan berupa telur ikan tidak mampu kami kumpulkan,” Kata GR saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Sabtu (25/9).

Pengakuan GR bahwa kredit PUR telah macet, tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap membangkitkan semangat nelayan Patoraninya untuk terus berburu telur ikan. Hal itu dikatakan, mengingat tunggakan kredit di Bank Sulselbar Cabang Takalar harus segera dilunasi
”Saya tetap bertanggung jawab melunasi kredit kami itu. Bahkan, saya sudah dua kali mendatangj Bank Sulselbar untuk memohon dibijaksanai dalam pelunasan kredit itu. Karena kondisi saat ini sedang tidak bersahabat,” aku GR.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Takalar, Ahmad Ridha Abbas, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan pusat sekaitan adanya dugaan kredit macet di tangan ratusan nelayan Takalar
”Nanti saya koordinasi dulu pimpinan pusat. Karena soal kredit harus sepengetahuan pimpinan pusat. Pun, masalah kredit itu sudah ada pengembalian sedikit demi sedikit dari nasabah yang dimaksud,” ucap Ahmad Ridha Abbas. (ira/b)

Exit mobile version