Site icon Berita Kota Makassar

Bisa Gantikan Prabowo

MAKASSAR, BKM–Partai politik terus mengukur tingkat elektoral kadernya untuk dipersiapkan maju pada kontestasi pemilihan presiden maupun wakil presiden 2024 mendatang.

Sedikitnya ada tiga partai yang memiliki kader lebih dari satu seperti Partai Demorasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Partai Gerindra memiliki kader yang cukup banyak, mulai dari Prabowo Subianto, Sandiaga R Uno, Fadli Zon, Ahmad Muzani hingga Sufmi Dasco Ahmad.

Bahkan Sandiaga sudah gencar untuk melakukan sosialisasi. Barusaja sebuah tim atau relawan menggelar deklarasi untuk Sandiaga Uno di kawasan nelayan Makassar.
“Jika Pak Prabowo tak bersedia maju di pilpres, maka Pak Sandiaga yang paling siap menggantikannya,”ujar Hairul, salah seorang pendukung Partai Gerindara Makassar, senin (27/9) kemarin.
Sebuh polling tengah beredar dimasyarakat, dengan pertanyaan siapa yang layak menggantikan Prabowo maju di pilpres. Nama tersebut yakni Sandiaga R Uno, Fadli Zon, Ahmad Muzani hingga Sufmi Dasco Ahmad.
Partai Nasdem juga memiliki sejumlah kader diantaranya Wakil Ketua DPR-RI Rachmat Gobel, Anggota DPR-RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Nasdem, Ahmad Ali serta Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Ketua DPW Nasdem Sulsel yang Ketua DPP Nasdem Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kekaderan (OKK),
Rusdi Masse (RMS) menyebut ketiganya siap diusung sebagai cawapres. Kita Sudah kenal sosoknya,” ujar RMS usai menghadiri pelantikan pengurus DPW Nasdem Sulbar di Grand Claro Hotel Makassar.
Hal berbeda bagi tiga partai lainnya seperti Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat yang sejak awal mensosialisasikan ketua umumnya ditengah masyarakat.

Partai Golkar hanya mengajukan satu nama yakni Airlangga Hartarto, demikian pula PKB hanya mengajukan nama Muhaimin Iskandar, serta Demokrat juga mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono.
Adapun Partai Keadilan Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lebih condong bergabung dengan partai koalisi. (rif)

Exit mobile version