POLMAN, BKM — Penyaluran elpiji 3 kg untuk keluarga miskin terdaftar sebagaiKeluarga Penerima Mamfaat (KPM) di e-Waroeng se Kabupaten Polewali
Mandar sejak September lalu dihentikan. Akibatnya warga miskin yang terdaftar dalam daftar Keluarga Penerima Mamfaat(KPM) resah.
Mereka mempertanyakan pada agen pengelola e-Waroeng, baik secaralangsung waktu siang maupun malam serta lewat telepon ke pengelola di desa masing-masing.
Untuk mendapatkan kejelasan tentang penghentian penyaluran tersebut, BKM berusaha mengkorfirmasi sejumlah pihak seperti Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi danUKM Kabupaten Polewali Mandar Andi Candra Sigit saat ditemui diruang kerjanya mengataan pihaknya cuma sebatas pengawasan tapi urusan elpiji 3 kg yang dikelola e-Waroeng diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Polman.
”Silahkan nanti konfirmasi kesana, ”ujar Candra
Ditambahkan Candra dalam catatatan pihaknya mengakui penyaluran elpiji 3 kg diPolman baru sebatas tahap uji coba di Kecamatan Polewali. Makanya pihaknya mengaku kaget jika penyaluran elpiji 3 kg sampai ke Kecamatan Mapilli atau kecamatan lain di Polman.
Sementara Kadis Sosial Kabupaten Polewali Mandar, H. Azwar Jasin mengatakan sejak menjabat Kadis Sosial penyaluran tabung elpiji 3 kg untuk warga Keluarga
Penerima Manfaat (KPM) di e -Waroeng sudah tidak ada.
”Karena menyalahi perjanjian yakni mereka menjual tabungnya secara umum dengan tujuan agar cepat habis, makanya dihentikan dan sekarang sudah tidak
ada,” tandas Azwar. (*)
