Site icon Berita Kota Makassar

Inspektorat “Buru” Tenaga Kontrak Fiktif

MAKASSAR, BKM –Inspektorat Kota Makassar mulai turun melakukan penyelidikan terhadap tenaga kontrak yang fiktif dan terdata di sejumlah organisasi perangkat daerah. Pasalnya, dari data yang diperoleh dari Pemerintah Kota Makassar, terdapat 2.800 tenaga kontrak tidak jelas keberadaannya.

Untuk itu, Inspektorat Makassar pun melakukan penelusuran, terutama di kantor kecamatan karena ditengarai berada di sana. Sebab, berdasarkan temuan awal, ada tenaga kontrak yang sudah tidak aktif tetapi namanya masih tercatat.
Pelaksana Tugas Kepala Inspektorat Makassar, Siswanta Andi Attas, mengatakan sudah ada tujuh kecamatan yang telah diperiksa.
“Dari 15 kecamatan, baru tujuh yang selesai pemeriksaannya. Hasilnya juga sementara direkap. Insyaallah senin saya pantau progresnya seperti apa. Kalau sudah ada hasilnya akan kami sampaikan,” ujar lelaki yang akrab disapa Wanta, kemarin.
Dia mengungkapkan, tenaga kontrak yang disinyalir fiktif itu tercatat dalam surat keputusan (SK) wali kota Makassar. Namun, ia belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Masih menunggu hasil pemeriksaan.
“Sementara saya minta dan kumpulkan datanya dari kasubag pelaporan, kecamatan apa saja yang sudah selesai,” ucapnya.

Temuan tenaga kontrak fiktif ini sudah berulang kali mencuat. Pada 2020 lalu, jumlah tenaga kontrak di Pemkot Makassar sebanyak 8.449 orang. Sedangkan di 2019, tecatat ada 8.817 orang. Kala itu Inspektorat Makassar menemukan 396 tenaga kontrak yang disinyalir fiktif pada 2019.
Temuan tersebut berdasarkan hasil verifikasi di 51 organisasi perangkat daerah (OPD). Penelusuran dilakukan lantaran jumlah tenaga honorer yang bergerak-gerak. Sehingga menimbulkan kecurigaan dari legislator DPRD Makassar.

“Kalau dalam hasil audit ada temuan kita pasti beri sanksi sesuai aturan yang ada. Hanya saja kita lihat apakah yang bersangkutan yang bersalah ataukah ada pihak lain juga ikut terlibat dalam kesalahan itu,” bebernya.
Terpisah, Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Kota Makassar, Sulaeman, mengatakan, masih melakukan pemeriksaan di 15 kecamatan yang diduga ada tenaga kontrak fiktif.
“Biarkan dulu kita bekerja, nanti sekalian hari Senin kalau sudah rampung semuanya kita kasi datanya supaya jelas, sabar dulu,” singkatnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, akan melakukan tes ulang terhadap ribuan tenaga kontrak yang ada.

Tes ulang dilakukan untuk menyeleksi tenaga kontrak yang saat ini dinilai terlalu over. Pasalnya, data yang masuk mencapai 11ribu orang padahal kebutuhan hanya delapan ribu.
Diapun mempertanyakan kapasitas 3000-an tenaga kontrak yang selama ini digaji. Karena itu, langkah yang efisien untuk dilakukan adalah tes ulang.
“Tenaga kontrak saya akan tes kembali, semua mulai dari nol kita susun. Tenaga kontrak lama ataupun baru,” tegas Danny—sapaan akrabnya.
Kelebihan tenaga kontrak yang ada ditengarai merupakan tenaga kontrak fiktif. Informasi ini muncul sejak 2020 lalu dan beberapa kesempatan mencuat terutama saat pencairan gaji. (rhm)

Exit mobile version