MAKASSAR, BKM — Dalam rangka Dies Natalis Universitas Hasanuddin yang ke-65, Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kuliah umum dalam rangkaian Webinar Diaspora Indonesia Series ke-18 secara virtual, Rabu (29/9/2021).
Kuliah umum dengan judul “Peningkatan Ilmu dan Teknologi Pangan di Indonesia Berbasis Sumber Daya Peternakan” dipaparkan dosen Departmen Ob-Gyn Monash University, Ir. R. Mulyoto Pangestu, M.Rep.Sc, Ph.D. Kuliah umum ini dipandu moderator dosen Fapet Unhas, Dr.Agr. Ir. Renny Fatmyah Utamy, S.Pt., M.Agr., IPM.
Dekan Fapet Unhas, Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim M.Sc saat membuka acara mengucapkan terima kasih kepada Ir. R. Mulyoto Pangestu menyempatkan memberikan materi pada kuliah umum ini.
Sementara itu, Direktur Kemitraan Unhas dan tim World Campus University (WCU), Dr Mahatma Lanuru dalam opening speech mengatakan, Webinar Diaspora Indonesia Series ke-18 ini, Fakultas Peternakan selaku host dengan menghadirkan dosen tamu dari luar negeri.
“Salah satu topik yang diangkat yaitu Ilmu dan Teknologi Pangan di Indonesia dengan pendekatan Ilmu Peternakan. Pangan menjadi komoditas yang sangat penting di masa pandemi khususnya untuk kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia,”ujar Mahatma.
Kuliah umum ini dihadiri oleh akademisi, peneliti, peternak, baik dari pemerintah maupun swasta. Ada sebanyak 222 partisipan. Beberapa di antaranya dari mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas.
Secara umum, beberapa poin penting yang disampaikan Ir. R. Mulyoto Pangestu yaitu tentang pentingnya protein hewani bagi manusia. Dimana, kata dia, protein bagi orang dewasa digunakan untuk membangun, memperbaiki, dan menjaga struktur tubuh.
“Sementara pada anak-anak, protein berguna untuk membangun dan memelihara otot, organ tubuh, dan sistem imunitas, mempercepat recovery pada kondisi malnutrisi terutama pada negara berkembang dan terbelakang,” jelasnya.
“Produk hewani harus available (tersedia), affordable (terjangkau), healthy (sehat) dan quality (kualitas baik),” tambahnya. (rls)
