MAKASSAR, BKM–Tiga pengurus teras Partai Golkar Sulsel diberi tugas untuk menyampaikan serta memberikan sanksi kepada kader yang menjadi pemicu hingga ributnya pelaksanaan musyawarah daerah (musda) Golkar di kabupaten Luwu Timur pekan lalu.
Ketiga pengurus yang diberi tugas oleh ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe yakni Lukman B Kady, Abbas Hadi, dan Muh Yusuf. ketiganya juga akan melakukan penyelidikan awal guna mengusut siapa yang menjadi aktor dibalik kegagalan musda tersebut.
“Ketiganya ditugaskan melakukan investigasi kenapa bisa musda Lutim ricuh, ungkap siapa intelektualnya,” kata Jubir Golkar Sulsel Zulham Arief kepada wartawan di Warkop Azzahra Selasa (28/9).
Zulham mengatakan tindaklanjut hasil investigasi nantinya diserahkan kepada dewan etik DPP Partai Golkar untuk memberi sanksi organisasi jika ada temuan ada kader sengaja kasih ricuh.
Kedua, Golkar Sulsel juga menugaskan tim itu melakukan penyelidikan awal terkait dugaan tindak pidana.
Zulham mengatakan tim ditugaskan menyelidiki dugaan pengrusakan fasilitas, pencemaran nama baik, pengancaman, hingga tindak pidana lainnya.
“Kalau ada ditemukan maka kita serahkan kepada aparat polisi. Kita tunggu dulu kerja tim investigasi fakta apa ditemukan, semua ada aturan main, ini semata-mata menjaga marwah partai,” ujar Zulham.
Menantu Taufan Pawe itu mengatakan DPD I Golkar Sulsel mengupayakan sesegera mungkin musda Lutim segera berlanjut kembali.
Sejauh ini DPD I sudah menunjuk kader senior Andi Hatta Marakarma turun gunung melakukan konsolidasi kader.
Andi Hatta ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD II yang baru menggantikan Andi Marzuki Wadeng yang mengundurkan diri. “Sesegera mungkin musda, instruksi Bapak Taufan Pawe segera musda,” katanya.
Zulham menambahkan bila salah satu kader yakni Aripin sudah mendapatkan diskresi untuk memimpin beringin Bumi Batara Guru.
Zulham mengatakan diskresi itu tidak akan berubah karena dikeluarkan oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen. “Tidak ada berubah diskresi sejauh ini karena ditandangani Ketua Umum dan sekjen. Itu diberikan ke Aripin tidak ada berubah,”tegasnya. (rif)
