Site icon Berita Kota Makassar

Pernah Tangani Pasien Serangan Jantung Usia 23 Tahun

SERANGAN jantung tidak lagi memandang usia. Jika dulunya hanya kalangan orang tua yang kena, saat ini mereka yang masih muda juga sangat rentan. Bahkan pada umur 23 tahun.
Fakta itu diungkap dokter spesialis jantung, dr Fahirah Anditasari Firdaus,MKes,SpJP (K) saat tampil di podcast Berita Kota Makassar dan telah tayang di Youtube. Pasien tersebut ditangani dr Fahirah ketika berada di Hospital Sedang, Selangor, Malaysia. Ia baru saja balik dari Negeri Jiran itu.
Kenapa disebut serangan jantung, bukan penyakit jantung? ”Karena bisa menyerang kapan saja tanpa bisa diprediksi waktunya. Bukan tidak ada tanda-tandanya, tapi pasien biasanya tidak menyadari,” jelas dr Fahirah.

Namun, dr Fahirah menegaskan bahwa tidak semua kaum muda mengalami serangan jantung. Ada faktor risiko yang menjadi pemicunya. Salah satunya adalah gaya hidup atau lifestyle.
”Biasa ada yang bilang begini, ada yang buruk gaya hidupnya tapi tidak terserang jantung. Iya, itu karena faktor genetiknya yang berbeda. Jadi, faktor perilaku hidup dan genetik yang sangat berpengaruh di sini,” tandasnya.
Ia kemudian mencontohkan anak muda yang perokok berat, berisiko besar terkena serangan jantung. Karenanya, dr Fahirah menyarankan dan meminta kaum muda untuk tidak merokok.
Bagi mereka yang terserang jantung, biasanya harus memasang cincin agar jantungnya bisa tetap berfungsi. Menurut dr Fahirah, cincin atau ring yang dipasang di pembuluh darah berbentuk tubular. Ini mirip gorong-gorong air yang panjang dan memiliki sekat-sekat. Berapa yang akan dipasang, bergantung pada panjang penyempitan dan penyumbatan yang terjadi.
”Sebelum pemasangan ring, pasien terlebih dahulu ditanya berapa yang akan dipasang. Diperlihatkan dulu penyumbatan yang terjadi. Berapa panjangnya. Untuk proses pemasangannya, tidak perlu bius total,” jelasnya.

Dari pengalamannya selama ini, waktu yang dibutuhkan dalam proses pemasangan cincin ini tidak terlalu lama. Bila tidak ada terjadi komplikasi, keesokan hari usai menjalani operasi, pasien sudah bisa pulang. ”Untuk proses pemasangannya, jika tidak ada komplikasi bisa sejam pengerjaannya,” tandas dr Fahirah.
Berapa estimasi biaya yang dibutuhkan bagi pasien yang hendak pasang cincin di pembuluh darah? Dokter Fahirah yang mengaku tidak mengetahui angka secara pasti, menyebut antara Rp20 juta hingga Rp40 juta. Namun, untuk saat ini pemasangan cincin dibiayai oleh BPJS. Tapi, biasa pula ada pasien yang ingin opsi lain, sehingga jumlah pembayarannya berbeda.
Kepada pasien yang telah memasang cincin, dr Fahirah mewanti-wanti untuk memenuhi komitmen yang ada. Mereka tidak boleh berhenti mengonsumsi obat. ”Mengurangi obat yang diminum, bisa. Ini untuk memperbaiki kualitas hidup agar kondisinya bisa lebih baik lagi,” jelasnya. (*/rus)

Exit mobile version