MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sementara merancang aplikasi lorong garden.
Kerjasama tersebut sudah berjalan sekitar setahun dan saat ini masih dalam tahap penelitian.
Aplikasi lorong garden tersebut nantinya akan bekerja untuk mengintegrasikan inovasi dalam komunitas cerdas dan terhubung untuk meningkatkan lorong taman di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramadhan ‘Danny’ Pomanto, menjelaskan, lorong merupakan sel Kota Makassar. Berangkat dari lorong, dirinya merancang sejumlah inovasi yang memberi manfaat bagi warga, khususnya yang bermukim di kawasan lorong.
Salah satunya adalah Lorong Garden (Alley Garden). Melalui program yang dilaksanakan pada periode pertamanya menjadi Wali Kota Makassar, Danny mengklaim banyak manfaat yang diperoleh.
Salah satunya yakni berhasil menekan inflasi akibat tingginya harga cabai. Warga ramai-ramai menanam cabai, dan ketika harga salah satu komoditas pertanian tersebut melonjak, warga tidak terpengaruh karena berhasil memenuhi kebutuhannya sendiri.
Untuk menyokong kehadiran lorong garden itulah maka di periode keduanya ini, akan dibuatkan aplikasi. Tujuannya
untuk meningkatkan kelayakan huni kota, diukur dengan faktor-faktor termasuk kualitas udara, indeks panas, ketahanan pangan, dan interaksi sosial.
Database yang dikumpulkan nantinya bisa menilai wilayah mana yang layak untuk dilakukan pengembangan produk pangan berkelanjutan dan budaya sosial ekonomi.
“Minggu depan akan ada satelit cuaca yang memantau wilayah Kota Makassar untuk menentukan indeks kualitas udara dan hubungan sosial di wilayah yang akan disasar,” ujarnya.
Untuk tahap awal, ada enam lokasi yang akan menjadi target modernisasi Garden Alley yakni BTP , Perumahan Dewi Karmilasari, Komples Citra Tello Baru, Jalan Abu Bakar Lambogo, Lorong 272, dan Jalan Sungai Kelara Lr 96.
Danny berharap di dalam lorong wisata nantinya terdapat edukasi kesejahteraan dan menanamkan mental-mental mandiri di sebuah lorong.
“Soal lorong wisata ini saya aktif membahas dengan kelembagaan Bro Prof dimana para professor yang bergabunh di dalamnya sangat memuji konsep yang saya paparkan. Karena, menurutnya, membangun Kota Makassar butuh dukungan dari segala arah,” pungkasnya. (rhm)
