Site icon Berita Kota Makassar

Perlu Standar Kompetensi

ANGGOTA Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Yeni Rahman, meminta pemerintah kota menyusun standar kompetensi saat pembelajaran tatap muka di masa pandemi.
Hal ini dikarenakan simulasi pembelajaran tatap muka secara terbatas rencananya bakal digelar pada 4 Oktober mendatang.
“Jadi kompetensi sulit tercapai, PTM itu tetap harus ada acuannya, tidak serta merta bisa disamakan saat normal, karena kondisi berbeda, jadi pemkot butuh standar pendidikan saat pandemi,” ungkapnya.

Standar evaluasi terhadap guru dikatakannya juga perlu dirombak. Perombakannya harus menyesuaikan pembelajaran tatap muka.
“Kita mau lihat indikator mereka kemarin itu apa. Jangan yang jadi beban lagi guru. Indikatornya masih diribetkan dengan administrasi. Jadi harus jelas dulu, apa indikator pembelajaran yang baik, kan itu belum ada,” paparmya.

Legislator PKS ini meminta pemerintah kota agar berhati-hati menggelar PTM. Hal ini karena diperkirakan masih ada kemungkinan adanya potensi gelombang ketiga covid-19.
“Jadi meskipun kita kuning, level 2 tapi bukan berarti kita lengah, apalagi tatap muka ini. Jadi saran saya pemkot ini harus siap, dan harus jamin keselamatan siswanya,” tambahnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Makassar direncanakan bakal melakukan simulasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 pada 4 Oktober.
Uji coba PTM itu akan diselenggarakan di tingkat SMP. Ada 30 sekolah yang berasal dari 15 sekolah negeri dan sisanya dari sekolah swasta. Simulasi PTM akan diikuti dua sekolah dari setiap kecamatan.

“Yang dianggap layak menjalankan PTM akan dipilih satu dari sekolah negeri dan satunya lagi dari sekolah swasta,” kata Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Ia menegaskan bahwa dalam simulasi PTM nanti, kegiatan belajar mengajar akan tetap berlangsung secara terbatas. Kendati tren kasus covid-19 sudah cukup rendah.
“Rumbelnya (ruang belajar) dibatasi tapi yang paling penting adalah monitoring untuk memastikan anak-anak kita sehat dengan antigen. Kemudian per minggu update dengan Genose untuk memastikan paru-parunya sehat. Kemudian sekali sebulan kita antigen lagi,” tutupnya.(nug)

Exit mobile version