MAKASSAR, BKM–Suara dan kursi Partai Demokrat bisa saja tergerus di Sulawesi Selatan manakala mantan Calon Gubernur Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ikut bergabung dan mengajak para pendukungnya untuk membesarkan Partai Nasdem yang dibentuk Surya Paloh ini.
Kedekatan IAS dengan Paloh sejak lama terjalin dekat. Saat Nasdem belum menjadi partai politik, Paloh meminta agar IAS yang memimpin organsiasi Nasional Demokrat (Nasdem) di Sulawesi Selatan.
Setelah terdaftar, maka Partai Nasdem pertama dipimpin oleh Sanusi Ramadan, kemudian Mubhyl Handaling, Luthfi A Mutti hingga kini dipimpin oleh Rusdi Masse (RMS).
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad mengemukakan bila IAS hengkang dari Partai Demokrat bakal mempengaruhi partai sebagai figur yang memiliki basis, Meski Partai Demokrat merupakan partai besar yang sudah eksis, namun kalau kadernya pindah kepartai lain tentu bakal jadi lawan politik,”Pak IAS harus menghitung peluangnya jika gabung di Nasdem, di Demokrat beliau memiliki loyalis dan di Nasdem juga ada Pak SYL,”ujar Firdaus Muhammad, Minggu (3/10).
Kini RMS dikabarkan telah mengajak IAS untuk bergabung. Sebelumnya, RMS telah mengajak Andi Insan P Tanri yang telah dipecat sebagai ketua DPC Partai Demokrat Sidrap.
Seperti diketahui, RMS yang juga anggota Fraksi Nasdem DPR RI ngopi bersama IAS di Papa Ong Jl Rusa Makassar, Jumat (1/10) dinihari.
Meski IAS saat ini merupakan salah satu calon yang diunggulkan untuk menduduki posisi Ketua DPD Demokrat Sulsel, namun RMS tetap meliriknya.
Hadir pula Andi Rahmatika Dewi atau Cicu yang masih menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem Makassar.
Andi Rahmatika Dewi mengatakan, pertemuan tersebut hanya bincang santai. “Silaturahmi biasa dua tokoh yang kebetulan.”kata Cicu. (rif)
