Site icon Berita Kota Makassar

Pemkot Belum Izinkan CFD di Boulevard

MAKASSAR, BKM–Geliat perekonomian di Jalan Boulevard selama pelaksanaan car free day (CFD) semakin meningkat. Apalagi, kota Makassar sudah memasuki pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 dengan berbagai kelonggaran.

Seperti halnya yang terpantau BKM, Minggu (3/10), aktivitas para pelaku usaha seperti pedagang musiman atau sekali seminggu bertambah banyak. Ini menandakan keinginan warga kota untuk berusaha kembali bergairah.
Hanya saja, hasrat pelaku usaha yang hendak mengais rezeki di lokasi itu, ternyata belum memiliki izin, sebab pelaksanaan car free day juga belum diizinkan.
Olehnya itu, mereka berharap dukungan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto untuk kembali mengizinkan pelaksanaan car free day di Boulevard sehingga pelaku usaha kembali beraktivitas. Apalagi, kota Makassar sudah masuk PPKM level 2.

“Kami berharap pak wali kota bisa kembali mengizinkan kami berusaha di lokasi car free day seperti sebelum munculnya pandemi covid. Sebab, ada juga pedagang adalah korban dari dampak pandemi sehingga harus di PHK dari kantornya,”jelas Mahbub.
Terpisah, Camat Panakkukang, Andi Pangeran Nur Akbar, menyatakan, CFD di kawasan Jalan Boulevard sampai saat ini memang belum diizinkan. Sehingga kegiatan masyarakat terutama pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan berjualan dinilai perlu ditertibkan untuk memberikan rasa nyaman bagi pengguna jalan.
“Yang kami lakukan itu sudah sesuai dengan aturan yang ada. Yang mana selama pandemi covid-19, CFD itu tidak diadakan. Lebih lagi dasar munculnya PKL berawal dari adanya CFD. Sementara sampai detik ini belum ada izin CFD dibuka dari Dishub Makassar,” sebutnya.

Setiap pagi di hari Minggu lanjut Andi Pangeran, pihaknya sengaja menurunkan Satpol PP Makassar BKO Kecamatan Panakkukang untuk mengawasi dan menertibkan aktivitas pedagang kaki lima. Tujuannya jelas agar Pemerintah dari Kecamatan Panakkukang tidak berkesan melakukan pembiaran.
“Apa yang terjadi selama ini sebenarnya itu terkesan kami melakukan pembiaran aktivitas PKL. Makanya perlahan-lahan kami sosialisasikan, kami ingatkan, dan tidak boleh preventif. Harus disampaikan secara humanis,” lanjutnya.
Penyampaian secara langsung secara humanis ditargetkan berlangsung selama satu bulan. Meminta pedagang untuk tidak berjualan di atas pukul 08.00 Wita. Kalau ada yang nakal secara tegas akan ditindaki.
Tujuan lainnya akan ditertibkannya aktivitas PKL agar tidak ada lagi oknum preman yang melakukan pungutan liar kepada pedagang sebesar Rp20 ribu sampai Rp50 ribu.
“Kalau kita lihat di lapangan, itu di kawasan CFD macet. Dan kami berharap PKL harus sadar. Kalau sudah di atas pukul 08.00 Wita, bubar sendiri saja. Kami masih kasih toleransi dan kami tidak ingin diintervensi. Ditambah lagi di sana ada laporan oknum menarik pungli ke pedagang. Makanya biar aman kami hilangkan saja,” tegasnya. (arf)

Kami Sangat Terbantu

SEMENTARA itu, sejumlah warga yang menghabiskan waktu olahraganya di sepanjang Jalan Boulevard mengaku terbantu dengan adanya pelaku usaha yang berjualan di tempat tersebut.

“Kami sangat terbantu pak, sebab kadangkala ada makanan atau minuman yang hendak kita beli tidak usah lagi ke toko. Termasuk kuliner yang dijual rata-rata berciri khas Bugis Makassar,”ujar Rusli warga Tidung VII ini.

Hal senada dikatakan, Indah, ia hanya meminta Pemkot Makassar mengatur secara baik dan dibuatkan aturan jelas. Agar pedagang bisa lebih rapi dan nyaman berjualan karena sudah ada aturannya.”Selain berolah raga, kami juga bisa memilih produk makanan atau pakaian yang bisa di bawa pulang ke rumah,”singkatnya.(arf)

Exit mobile version