Site icon Berita Kota Makassar

PTM Semua Sekolah Ditarget Desember

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramadhan Pomanto meninjau simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 6 Makassar, Senin (4/10).

Di hari yang sama, simulasi juga dilakukan di 27 SMP yang tersebar di seluruh kecamatan, baik negeri maupun swasta.

Di SMPN 6 yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, PTM dilaksanakan hanya melibatkan 50 persen siswa dari setiap jenjang kelas.

Hari pertama simulasi, siswa yang mengikuti proses PTM adalah kelas 7. Selanjutnya, hari berikutnya kelas 8, besoknya kelas 9.

Seluruh siswa yang akan mengikuti PTM harus menjalani swab antigen terlebih dahulu.

“Mereka harus tes antigen dulu untuk jaga-jaga. Semua pelajar wajib antigen. Ini untuk memastikan semuanya sehat. Jika ada yang teridentifikasi maka tidak boleh ikut PTM, tapi harus isolasi dulu,” jelas Danny.

Untuk konsep simulasi PTM sendiri, Danny yang didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan Nielma Palemba dan Ketua Komisi D DPRD Makassar Wahab Tahir, mengatakan telah menyiapkan konsep yang tidak membosankan.

“Sudah dua tahun tidak injak sekolah. Konsep untuk mengajak pelajar agar fokus perlu di perhatikan. Dengan format hybrid dan juga outing class diharapkan mampu menjadikan pelajar generasi yang cerdas dan tanggap akan keadaan sekarang,” terang Danny.

Berkeliling melihat simulasi proses PTM, Danny mengatakan setelah tes antigen dilakukan 14 hari lalu, selanjutnya akan dites genose. Bulan berikutnya kembali akan tes lengkap jika dibutuhkan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba menjelaskan di SMPN 6, di hari pertama simulasi PTM, sebanyak 386 peserta didik kelas 7 mengikuti PTM. Mereka dibagi dua tahap dengan durasi berlajar setiap tahapan adalah tiga jam.

Namun, masih ada sembilan orang yang mengikuti pembelajaran secara daring model hybrid karena alasan kurang enak badan serta belum divaksin.

Nielma memastikan semua yang mengikuti PTM sudah divaksin dan hasil tes swab antigen non reaktif.

Simulasi PTM ini akan dievaluasi setiap dua minggu. Jika tidak ada kasus, akan ditambah lagi sekolah yang akan menyelenggarakan PTM. Sehingga ditargetkan Desember mendatang, semua sekolah sudah melakukan PTM semua.

“Jika ada peserta didik yang reaktif atau positif covid dalam proses PTM, maka kelas yang bersangkutan akan dihentikan 3×24 jam.
Kita akan evaluasi dua minggu. Kalau tidak ada kasus, kita tingkatkan lagi. Tambah lagi satu atau dua tiap kecamatan, sehingga nanti bulan Desember semua sudah bisa. Khusus untuk SD, PTM direncanakan November mendatang,” ungkap Nielma.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail meninjau pelaksanaan PTM hari pertama di SMP Athirah Bukit Baruga Antang.

“Kita berharap tidak ada kendala dalam pelaksanaan, sehingga dapat terus berlanjut dan diikuti oleh sekolah lainnya yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.

Dalam kunjungannya,
Indira tetap mengingatkan untuk perketat protokol kesehatan. Kondisi Makassar yang saat ini telah berada dalam zona kuning, PPKM level 2, jangan sampai membuat lengah dan gegabah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Amalia Malik yang mendampingi Indira, menyampaikan bahwa dalam simulasi kali ini, diterapkan di dua sekolah setiap kecamatan, yakni swasta dan negeri selama tiga jam pelajaran.

“Seminggu dua kali di setiap angkatan, masing-masing tiga jam pelajaran, dan akan dievaluasi dua minggu ke depan. Jika tidak ditemui kendala, bisa saja semua sekolah negeri dan swasta dapat menerapkan PTM terbatas,” ujarnya.

Namun di dalam perjalanannya, akan dilakukan pengawasan ketat, sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan proses pembelajaran harus tetap berjalan melalui PJJ dan PTM.

Dalam proses simulasi ini, masih dilakukan dengan dua metode, yakni pembelajaran jarak jauh dan PTM.

Demikian pula bagi orang tua yang belum mengizinkan untuk PTM, maka guru diwajibkan tetap menjalankan tugas memberikan pelajaran melalui PJJ.

Siswa yang mengikuti proses PTM telah divaksinasi, kecuali bagi mereka yang umurnya belum 12 tahun.
“Tadi ada tujuh siswa yang belum divaksin, karena memang umurnya belum cukup 12 Tahun,” ujarnya.

Salah satu siswa kelas 7.2, Almira mengaku sangat senang dapat mengikuti pembelajaran tatap muka, dan dapat berkumpul dengan teman-teman seangkatannya. “Senang sekali, karena sejak awal sekolah belum pernah bertemu dengan teman-teman sekelas. Ketemunya hanya melalui online,” ujarnya seraya tersenyum.

Khusus di SMPN 15 Makassar, simulasinya ditinjau langsung oleh Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi.

“Kita lihat semua berjalan dengan baik. Tapi saya lihat harus tambah satu meja lagi buat antigen para siswa agar tidak bertumpuk,” ucapnya.

Ke depannya, Fatma akan melakukan evaluasi secara day to day untuk mengetahui kendala-kendala di lapangan.

Tahapan pengawasan pun akan dilakukan secara ketat dan proses pembelajaran harus tetap berjalan.

PTM SMA

PTM di SMA/sederajat juga mulai dilaksanakan, kemarin. Hanya saja disertai dengan pembatasan-pembatasan. Kegiatan ekstrakurikuler yang berpotensi menimbulkan kerumunan belum diizinkan. Rentan menimbulkan klaster.

Plt Kepala Disdik Sulsel Imran Jausi mengatakan, pihaknya masih melakukan pembatasan di sekolah. Kegiatan belum bisa sepenuhnya normal seperti dahulu.

“Semua kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler yang berpotensi berkerumun dibatasi. Janganmi dulu. Yang penting sekarang ini dipastikan dulu bahwa tatap muka dulu kita utamakan,” ungkapnya, Senin (4/10).

Menurut Imran, PTM bergantung kesiapan sekolah masing-masing. Jika sudah siap, sisa melapor ke Dinas Pendidikan untuk kemudian ditinjau kondisinya.

“Kan itu saya sudah bilang tadi sesuai kesiapan masing-masing sekolah. Ada yang ditunda sampai hari Kamis, ada tunda hari Rabu,” ucapnya.

Imran juga menjelaskan beberapa sekolah menyiapkan Satuan Tugas Covid-19 untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik

. “Ada sekolah yang membentuk satgas covid-19, namun disiapkan oleh sekolah sendiri. Jadi ada juga sekolah yang tidak.
Koordinasi dengan satgas kabupaten/kota. Diingatkan dengan ujicoba ini dengan jalan sepekan atau tiga minggu kemudian kita antigen secara acak. Kita lihat mudah-mudahan tidak ada yang positif, yang menandakan protokol kesehatan dijalankan dengan baik oleh pihak sekolah,” jelasnya

.
Rencananya, Selasa (5/10) hari ini, Disdik Sulsel akan melakukan peninjauan di beberapa sekolah. Tujuannya untuk memastikan prokes sudah memenuhi syarat sebelum melaksanakan PTM.

“Saya rencana besok (hari ini) mau jalan. Keliling. Kalau mau ikut, ikutmi. Saya besok rencana itu SMA 3, SMA 8. nanti ke BTP juga,” beber Imran.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengaku mendukung PTM terbatas dilakukan. Apalagi kondisi covid-19 di Sulsel mulai melandai. Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021, sudah tidak ada lagi daerah di Sulsel yang masuk dalam PPKM Level 4.
Pada Inmendagri itu, disebutkan ada 18 kabupaten/kota di Sulsel yang masuk dalam PPKM Level 2 dan enam kabupaten/kota yang masuk dalam PPKM Level 3.

Adapun daerah dengan penerapan PPKM Level 2 yaitu Kabupaten Kepulauan Selayar, Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Gowa, Bone, Maros, Pangkajene Kepulauan, Barru, Wajo, Sidenreng Rappang, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Toraja Utara, Kota Makassar, Kota Parepare, dan Palopo. Untuk Level 3 yaitu Kabupaten Bantaeng, Sinjai, Soppeng, Pinrang, Tana Toraja, dan Kabupaten Luwu Timur.
(rhm-jun)

Exit mobile version