JAKARTA, BKM — PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memastikan akan menutup 30 outlet KCP dan Kantor Kas (Kankas) di seluruh Indonesia hingga akhir 2021. Dari 30 outlet KCP dan Kantor Kas, sudah 26 kantor yang ditutup hingga September 2021
”Sisanya empat lagi kami targetkan selesai pada tahun ini,” kata Kepala Divisi Service Quality Network Division (SQND) BTN, Achmad Chaerul, seperti dikutip dari salah satu media.
Chaerul menjelaskan, alasan utama dan mayoritas penutupan 30 kantor BTN karena tidak produktif. Alasan lainnya karena ada relokasi dan terkait penerapan Qanun.
”Mayoritas benar karena kurang produktif. Karena ada target minimum produktivitas. Kita punya scoring dan menurut kita outlet-outlet yang dimaksud kurang produktif sehingg dialihfungsikan,” ujarnya.
Untuk masalah SDM, Chaerul memastikan tidak ada yang karyawan yang dipecat. Semua karyawan yang berada di kantor wilayah yang ditutup akan dikembalikan ke kantor cabang induk atau difungsikan ke unit kerja lain yang membutuhkan.
”Semuanya frontliner aja. Untuk hal tertentu kalau dia ikut tes untuk jenjang karir untuk naik, ya bisa ikut. Untuk SDM gak ada isu,” katanya.
Penutupan kantor BTN dievaluasi tiap triwulan dan berdasarkan keputusan direksi untuk pengembangan wilayah kerja. Nantinya pada 2022, BTN juga menargetkan menutup sejumlah kantor mereka.
”2022 belum ada angkanya (kantor yang akan ditutup), rencana ada. Ada pertimbangan dan zonasi dari OJK juga, jadi gak bisa asal buka dan tutup,” kata Chaerul.
(int)
