MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilanb Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menilai, pembelajaran tatap muka (PTM) di Makassar sejauh ini berjalan dengan lancar. Protokol kesehatan ketatpun dianggap telah diterapkan dengan baik. Meski begitu masih ada sedikit kendala.
Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir, memgatakan, jika PTM ini selalu dievaluasi oleh DPRD sejak senin lalu. Hasilnya, hingga saat ini dianggapnya bisa berjalan lancar.
Wahab pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota dan forkopimda yang telah bahu membahu melaksanakan PTM dengan prokes yang ketat.
“Kita terima kasih kepada seluruh jajaran, baik pemkot maupun forkopimda. Karena kita sudah bahu membahu melaksanakan dengan prokes yang ketat,” ungkapnya.
Kendala yang terjadi selama ini hanya masalah penyesuaian dan adaptasi kembali peserta didik untuk belajar tatap muka dan beberapa infrastuktur belajar yang perlu dirapikan.
Hal ini dianghapnya wajar karena kurang lebih dua tahun ruang sekolah tidak digunakan untuk proses pembelajaran.
“Kendalanya paling penyesuaian, adaptasi baru anak-anak kita yang kurang lebih dua tahun tidak masuk sekolah. Ruangan yang harus dibersihkan. Itu saja. Tapi menurut saya kendala itu tifak berarti lah karena kita bekerjasama keseluruhan,” jelasnya.
Wahab pun berharap, untuk evaluasi kedepan, bisa didapatkan sebuah solusi dan opsi dalam rangka pelaksanaan PTM secara normal di Kota Makassar. Sehingga tidak terjadi klaster baru di Makassar.
“Sekali lagi kita di Komisi D mewanti-wanti kepada pemerintah, khususnya Disdik, untuk memberlakukan prokes dengan ketat. Sehingga kita menghindari yang namanya klaster sekolah,” tambah legislator Golkar ini.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo menyebut antusiasme anak-anak mengikuti PTM sangat tinggi. Olehnya ia mengingatkan kepada pemkot Makassar untuk selalu mengawasi penerapan protokol kesehatan ketat di tiap sekolah yang melaksanakan PTM.
“Kita berharap kita bisa kembali menuju normal, kerinduan PTM sangat tinggi. Tugas pemerintah memastikan protokol kesehatan berjalan untuk menghindari klaster covid-19,” kata Rudi.(nug)
