MAKASSAR, BKM–Dua universitas negeri yakni Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, mulai merancang dan mempersiapkan prosedur pembelajaran tatap muka pada semester akhir tahun akademik 2021/2022, untuk mahasiswa dan tenaga pegajar. Salah satu yang utama yakni mereka telah mendapatkan vaksinasi.
Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan, jauh hari sebelumnya Unhas siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dan mempersiapkan bagaimana prosedur pembelajaran dalam kelas, laboratorium, laboratorium lapangan hingga penyelenggaraan seminar, ujian akhir dan promosi.
“Iya sudah dibahas bersama pimpinan dan memang kita prioritaskan dulu angkatan 2020 dan 2021 yang berdomisili di sekitar Makassar. Karena yang diluar pasti harus persiapkan vaksin dan syarat lainnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/10).
Lanjutnya bahwa, kelas PTM akan dirancang secara hybrid dan bergilir, misalnya mahasiswa yang mengikuti PTM dihari pertama di kelas, maka minggu depan tidak ikut dalam kelas. Semua kebutuhan yang dipersyaratkan pada pembelajaran tatap muka terbatas sudah dimiliki oleh Unhas.
“Bagi mahasiswa yang posisinya jauh, bisa mengikuti tetapi dengan ketentuan khusus. Tapi kita akan terus melihat perkembangan covid-19 juga dan beradaptasi hingga kondisi memungkinkan. Aturan ataupun konsepnya juga belum disosialisasikan, mengingat belum ada surat keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan universitas,” jelasnya
“Karena sebagian besar sivitas akademika Unhas sudah menerima vaksin lengkap. Hanya memang kita tunggu teknisnya bagaimana apakah wajib mahasiswa vaksin sebelum belajar luring,” tambhanya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat (Humas) UIN Alauddin Makassar, Andi Jamaluddin, mengakui, sesuai arahan pimpinan UIN Alauddin, dalam waktu dekat UIN Alauddin Makassar akan segera melakukan kuliah tatap muka.
“Sementara kita atur dan lakukan vaksin untuk mahasiswa dan dosen sebelum PTM. Insya Allah pada 1 November mendatang, sesuai arahan Kementerian Agama RI, kami segera menguji coba perkuliahan tatap muka,” bebernya.
Selain itu, mahasiswa dari luar kota Makassar, civitas akademik menganjurkan untuk mengikuti vaksin atau bisa mengikuti vaksinasi massal yang dilakukan dengan sejumlah stakeholder sehingga kuliah tatap muka bisa berjalan lancar. “Iya harus di vaksin semua sebagai syarat untuk kulih luring,” ucapnya. (ita)
