KASUS penyebaran covid-19 mulai berkurang, kota Makassar saat ini masuk pada level 2 atau zona kuning di pelaksanaan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM). Dari kondisi itu, Pemerintah Kota Makassar mulai fokus pada pembenahan dan penataan kota. Terutama kebersihan.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, menjelaskan, sampah merupakan persoalan serius yang harus ditangani.
Diapun memberi tugas khusus kepada seluruh sekretaris kecamatan (sekcam) untuk mengurus persoalan sampah yang ada di wilayah masing-masing.
“Saya tekankan di Pak Sekcam untuk mengurus sampah ini. Makanya saya segera membikin grup sekcam untuk mengurus sampah ini. Sampah itu dimana-mana saatnya dengan apa yang ada sudah ditangani dengan baik,” tegas Danny.
Seluruh kecamatan diminta untuk memperkuat armada pengangkut sampah. Setiap RW ditekankan memiliki satu unit motor roda tiga yang menjadi armada sampah.
“Saya mau setiap RW punya satu unit motor Fukuda (roda tiga) pengangkut sampah. Jadi motor itu nantinya disimpan di RW masing-masing,” tegas Danny.
Menyikapi hal itu, Camat Biringkanaya, Mahyudin, mengatakan, kalau pihaknya memang sementara melakukan pembenahan sampah.
Dengan wilayah yang cukup luas dibanding kecamatan lainnya, kata Mahyudin, pihaknya butuh penambahan armada sampah dan personel kebersihan.
“Kalau seperti yang dikatakan Pak Wali, satu RW harus ada satu armada motor sampah, kami kekurangan 23 armada,” jelasnya.
Di Biringkanaya, ada 110 RW. Sementara jumlah Fukuda yang dimiliki saat ini hanya 87 armada.
“Kami menunggu dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) pengadaannya nanti bagaimana. Apakah melalui bagian khusus atau di kecamatan. Kami siap kalau di kecamatan,” tandas Mahyuddin. (rhm)
