MAMUJU, BKM — Laskar Anti Koruksi (LAK) Sulawesi Barat meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meriksa hasil pengaspalan di Lingkungan Sese dan Korongana Kelurahan Rangas, Kabupaten Mamuju.
LAK menilai hasil pengaspalan sepanjang 2,2 kilometer itu buruk dan diduga tidak memenuhi spesifikasi. Sebab belum cukup satu tahun sudah banyak retak dan berlubang. Disamping itu juga dianggap tipis, lantaran belum lama di kerja sudah banyak bekas tempelan.
“Ini ada indikasi korupsi. Olehnya itu, BPK dan BPKP harus turun melakukan pemeriksaan,” tegas Ketua LAK Sulbar, Muslim Fatillah Azis di Mamuju baru-baru ini.
Sebelumnya di tahun 2020, Kepala Lingkungan Sese Utara juga mengkritik hasil pengaspalan yang dilakukan tersebut. Ia menilai ketebalan aspalnya tipis sehingga belum lama dikerjakan sudah banyak berlubang.
“Kita ini masyarakat maunya baik dan kuat, supaya jangan selalu di perbaiki. Bisaji, artinya tahun ini di kerja, lima tahun atau sepuluh tahun lagi baru diperbaiki,” kata Jasman waktu itu.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mamuju Awaluddin ketika diwawancarai mengatakan bahwa dia tidak mengetahui tentang persolan tersebut karna dia belum bertugas saat itu.
“Begini saya tidak tahu itu karna saya belum bertugas saat itu,tetapi silahkan komunikasi dengan Kabid bina marga karna dia yang paham tentang persoalan tersebut,tapi saya juga akan usahakan bisa komunikasi dengan pelaksananya karna saya kenal dengan pelaksanya,”
Sementara Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kabupaten Mamuju, Asgar sampai berita ini diterbitkan belum bisa dikonfirmasi secara langsung maupun tidak langsung.
Untuk pihak pelaksana sendiri cv. Twin Mandiri Perkasa yang diwakili oleh Rais mengatakan bahwa apa yang sudah ada dalam perjanjian kotrak pekerjaan dengan Dinas PU dalam hal ini sudah kami laksanakan adapun persolan pemeliharaan jalan akan tetap kami perbaiki karna itu sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai pelaksana pekerjaan sampai 16 Oktober 2021.
“Adapun persoalan BPK kami akui bahwa kami sudah mengembalikan sekitar 80 juta untuk temuan tersebut,malah mungkin kami yang terbanyak kalau secara total dari PU pak. (Zul/C)

