JAKARTA, BKM — PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp25 triliun hingga Rp30 triliun pada tahun 2022. Direktur Operasi III Waskita Karya Gunadi mengungkapkan hal ini dalam Public Expose, Jumat (9/10).
Gunadi menjelaskan, perolehan kontrak baru ini diharapkan dari proyek yang diinisiasi perseroan sendiri. Kemudian, kontrak baru ini juga bisa didapatkan dari proyek-proyek konvensional, baik dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun dari kementerian dan swasta.
Hingga saat ini, perolehan total nilai kontrak Waskita Karya telah mencapai Rp 52,87 triliun atau naik 13,93 persen ketimbang periode yang sama pada tahun lalu Rp 46,41 triliun. Perseroan baru-baru ini telah mendapatkan kontrak baru sebesar Rp 460 miliar dari proyek pengendalian banjir dan rob sungai Loji-Banger Paket I di Pekalongan, Jawa Tengah.
Waskita Karya ditunjuk sebagai kontraktor dalam pembanguna proyek tersebut setelah selesainya proses pengadaan jasa konstruksi dan konsultasi. Selain itu, surat penunjukkan penyedia paket pekerjaan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diterbitkan.
Penunjukkan ini tertuang dalam perjanjian kontrak yang ditandatangani Senior Vice President Infrastructure I Division Waskita Karya, I Nyoman Agus Pastima dan disaksikan Bambang.
Proses pengerjaannya akan memakan waktu 720 hari kalender mulai 30 September 2021 hingga 3 Oktober 2023 yang diharapkan tuntas tepat waktu. Adapun sumber pendanaan dalam proyek ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021-2023.
Pada proyek ini, ada 13 lingkup pekerjaan yang dikerjakan Waskita yaitu persiapan, sistem manajemen keselamatan konstruksi, cofferdam, kolam retensi, dan kolam tambat kapal.Lalu, pengerjaan kolam retensi bagian kiri, parapat, bangunan pelimpah, serta jembatan penyeberangan. (int)
