pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dewan Dukung Program CCTV Lorong

MAKASSAR, BKM–Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Hamzah Hamid, menegaskan jika komisinya mendukung dan mengapresiasi rencana Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk mengadakan kamera pemantau CCTV. Baginya, CCTV ini akan bermanfaat sangat besar bagi warga Makassar.
Apalagi dikatakannya, kondisi saat ini dimana kenakalan remaja semakin meningkat, maka masyarakat yang tinggal di lorong-lorong membutuhkan keamanan tinggi.

“Saya kira saya apresiasi karena manfaatnya sangat besar. Apalagi di kondisi sekarang, kenakalan remaja semakin meningkat. Kalau ada ini (cctv) kan bisa dipantau,” katanya.
Politisi partai PAN ini menambahkan, jika saat ini persoalan di lorong juga semakin banyak. Apalagi banyak masyarakat Makassar yang tinggal di lorong.
Jika pengadaan CCTV ini dilakukan, maka ia meyakini keamanan di makassar semakin meningkat.
“Sekarang meang banyak juga persoalan di lorong-lorong. Kalau itu ada bisa kita bisa pantau secara utuh,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD lainnya, Azwar, juga mengatakan, jika CCTV ini penting, namun belum untuk sata ini. Ia menyarankan, jika ingin tetap diperadakan, tahun depan.
Azwar juga mengingatkan jika jangan sampai program ini over anggaran. Olehnya itu, ia meminta untuk mengkajinya terlebih dahulu.
“Kalau saya bagus. Idenya bagus. Kalau sekarang, mungkin tahun depan bisa jadi. Tapi yang harus kita antispasi, jangan sampai anggaran yang erlalu besar disitu,” ungkapnya.
Politisi PKS ini menambahkan, bisa saja pengadaannya dilakukan secara bertahap. Mulai dari lorong yang rawan terlebih dahulu.

“Maksudnya mungkin bertahap. Tidak semua. Lorong yang rawan aja dulu,” tutupnya.
Sehari sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar berencana akan memasang CCTV (closed circuit television) di setiap lorong. Pengadaan CCTV akan dilakukan secara bertahap dan mulai dilakukan tahun depan.
Anggaran pengadaan CCTV akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menjelaskan, untuk tahap pertama, CCTV yang akan dipasang sebanyak 153 unit, atau setiap kelurahan satu CCTV.
Pemasangan CCTV ini, kata dia, untuk mengakselerasi dan mempercepat program Lorong Wisata. Selain menciptakan kenyamanan, juga memastikan keamanan lorong.
“Bertahap kita pasangi. Kita harus bertahap karena keterbatasan dana. Kita mulai di 153 kelurahan. Jadi nanti satu di setiap kelurahan,” beber Danny.

Seperti diketahui, beberapa lorong yang memiliki riwayat kriminal dan konflik sosial sehingga dengan hadirnya CCTV lorong diharapkan menjadi bekal pemantauan peristiwa yang terjadi di sekitar lokasi.
Kepala Seksi Aplikasi dan Telematika Diskominfo Makassar, Jusman mengatakan, tujuan utamanya ialah untuk memantau masyarakat yang keluar masuk lorong.
Termasuk, lorong-lorong yang rawan kriminal atau tindak kejahatan semuanya dipasang.
“Biasanya kalau ada histori seperti konflik sosial, penjambretan, yang membahayakan masyarakat atau ada permintaan warga sehingga dipasang sebagai pemantauan,” kata Jusman.
Sementara untuk maintenance, setiap tahun itu dianggarkan dan setiap tahun dilakukan perbaikannya.
Ditanya selanjutnya titik mana saja yang bakal dipasang lagi, ia menuturkan belum ada diskusi lebih lanjut.
Pihaknya akan merencanakan itu lebih dahulu, kemudian akan menerima usulan melalui Musrenbang. Jumlah yang sudah ada belum diketahui pasti berapa banyak CCTV di lorong. Jumlah CCTV-nya yang ditempatkan di lorong pun bergantung kondisi.

Per lorong, biasanya satu CCTV di jalur keluar utama lorong. Jika sudut pandang lorong yang terbatas baru ditambah satu CCTV lagi.
“Di lorong itu CCTV yang digunakan, biasanya reguler, harganya rata-rata Rp3 juta-an. Bisa saja ada penambahan titik lagi, jika dianggap penting dan strategis oleh pimpinan bakal ditambah,” katanya.
Dia menjelaskan, penganggaran jaringan dan CCTV itu berbeda, terpisah. Untuk anggaran jaringan 2020 itu Rp3,2 miliar untuk seluruh kota, namun yang terpakai hanya Rp2,4 miliar karena banyak yang tidak menyala jadi yang menyala saja yang dibayar.

Untuk pengadaan CCTV-nya, ada tiga jenis seperti CCTV analitik, surveilans, dan biasa. Pada 2020 sekitar Rp3 miliar pengadaannya.
Sementara itu, Plt Kadiskominfo Kota Makassar, Denny Hidayat, mengatakan, pihaknya bakal memperluas pengadaan CCTV di lorong-lorong di Kota Makassar.
Perluasan itu direncanakan pada 2022 nanti. “Saat ini kita tidak ada pemasangan baru, hanya perawatan dan maintenance saja. Insyaallah nanti kita perluas,” tandasnya. (rhm)




×


Dewan Dukung Program CCTV Lorong

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link