MAKASSAR, BKM–Anggota Komisi V DPR RI Dr HM Aras melakukan kunjungan ke Makassar, Senin (11/10).
Kedatangan HM Aras yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel ini guna membahas pembelajaran tatap muka (PTM )Sekolah Kedinasan, Progres Jalur KA hingga Bandara Sultan Hasanuddin.
Menurut HM Aras, kunjungan Komisi V kali ini difokuskan untuk meninjau langsung persiapan PTM di sekolah kedinasan perhubungan, progres pembangunan jalur KA Parepare-Makassar dan Bandara Sultan Hasanuddin.
Mengawal Rencana Program Jangka Panjang (RPJP) Nasional hasil penggodokan Komisi V DPR RI dan Pemerintah di Provinsi Sulawesi Selatan terus berlanjut. Dalam skala nasional, banyak sekali proyek-proyek prioritas demi menyegerakan percepatan pembangunan di wilayah timur.
Kehadiran Komisi V DPR RI di disambut Capt. Sahattu P. Simatupang,M.M.,M.H (Kepala BPSDM Perhubungan Laut), Capt. Antoni Priadi (Plt. Kepala BPSDM Perhubungan), Capt. Sukirno (Direktur PIP Makassar) dan Capt. M. Abduh (Ditektur Politeknik Pelayaran Barombong).
Beberapa agenda yang menjadi pembahasan spesifik ialah meninjau kesiapan pihak kampus PIP Terpadu Jalan Salodong, Makassar yang rencananya akan menggelar PTM, memastikan langsung progres pembangunan jalur Kereta Api Parepare-Makassar dan Bandara Sultan Hasanuddin.
“Rencana pembelajaran tatap muka kampus PIP II Terpadu ini harus menjadi PTM percontohan bagi sekolah yang memiliki rencana hal yang sama. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan di era new normal tetap dilaksanakan dengan baik. “Sebagaimana kita ketahui bahwa putra daerah kita ini terkenal akan kehebatannya dalam berlayar sehingga hal ini perlu kita arahkan dan didik agar bukan hanya sekedar berlayar, tetapi menjadi profesional dan memiliki kecakapan terpadu dengan wawasan yang luas melalui pendidikan formal ini.”ujar HM Aras.
HM Aras yang terpilih dari daerah pemilihan Sulsel II ini hadir bersama anggota Komisi V lainnya.
Pihak Kampus melalui BPSDM-P, mengemukakan soal kesiapan PTM Kampus PIP II Terpadu dalam waktu dekat ini perlu dilaksanakan secara bertahap dan menerapkan sikap kewaspadaan dini terhadap gejala Covid-19, demi terhindarnya dari klaster baru.
Dalam rangkaian acara tersebut, dipresentasikan pula pencapaian pembangunan infrastruktur Kereta Api Parepare-Makassar dan Bandara Sultan Hasanuddin.
“Saya sangat mengapresiasi pihak PUPR yang konsisten menjalankan program kegiatan pembangunan di Sulsel. BSPS dan Kotaku tetap dilanjutkan di TA 2022 nanti. Kemudian dari apa yang disampaikan pihak Ditjen Perkeretaapian dan Perhubungan Udara tadi sudah sangat mewakili suara hati kami dan masyarakat. Karena kedua program pembangunan tersebut tentunya nanti akan berdampak besar bagi kemajuan ekonomi masyarakat. Namun yang menjadi catatannya ialah kita harus tetap mengedepankan sikap humanis dalam menyelesaikan setiap persoalan terkait dengan hak-hak warga yang terdampak oleh pembangunan itu, terutama pembebasan lahan jalur kereta api.”ucap Aras yang pernah tercatat sebagai Ketua DPW PPP Sulsel. (rif)

