Site icon Berita Kota Makassar

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Dipastikan Dibunuh

GOWA, BKM — Hingga kini, mayat perempuan berkalung liontin R yang ditemukan di kebun Kampung Kalukua, Dusun Kalukuloe, Desa Tanete, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa belum juga diketahui siapa nama dan dari mana asalnya.

Namun, pihak Kepolisian Resort (Polres) Gowa telah memastikan jika mayat perempuan berusia sekitar 50-60 tahun, tinggi 155 sentimeter dan berambut ikal tersebut diduga korban pembunuhan.

Hal itu dipastikan setelah dilakukan autopsi terhadap mayat tersebut di Rumah Sakit Umum (RSU) Bhayangkara, Makassar, Minggu (10/10). Kendati begitu, pihak kepolisian belum juga mengetahui identitas korban.

“Kami dari kepolisian hanya bisa menginformasikan bahwa saat ini mayat korban masih disimpan di RSU Bhayangkara untuk kepentingan penyelidikan, sambil menunggu kemungkinan adanya masyarakat yang melaporkan kehilangan keluarganya. Namun hingga kini belum ada satupun masyarakat yang datang,” kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan saat dihubungi, Senin siang (11/10).

Dari hasil autopsi, lanjut AKP Mangatas Tambunan, pada tubuh korban terdapat indikasi kekerasan. Terdapat sejumlah luka yang disimpulkan akibat ditusuk senjata tajam.

“Memang ada indikasi kekerasan. Terdapat luka tikaman di tubuh korban. Penyidik masih melakukan pemeriksaan. Jadi ada dugaan mayat perempuan yang ditemukan di kebun itu adalah korban pembunuhan,” terang AKP Mangatas Tambunan.

Guna mencari tahu siapa keluarga korban, pihak kepolisian telah menyebarkan informasi ke masyarakat, baik melalui polsek maupun postingan di sosial media. “Apa yang digunakan korban saat ditemukan di kebun, semuanya kita bagikan ke medsos dan media informasi lainnya. Kita berharap setelah itu dishare, akan terbaca atau terlihat oleh pihak keluarga korban,” ujar Kasubag Humas.

Saat ditemukan, korban mengenakan baju longdress motif bunga kotak, rok hitam, jilbab warna pink, dan kaus kaki krem hitam. Ia juga memakai jam tissot, cincin emas dua, cincin silver, gelang besi ulir, kacamata berbahan plastik warna emas, sarung tangan dan sendal selop cokelat, anting emas dan ikat rambut warna. Ada pula uang tunai Rp20.000 dan helm KYT warna biru. ”Semoga benda-benda milik korban yang kita share ke publik bisa menjadi pembuka tentang identitas korban,” imbuh AKP Mangatas Tambunan. (sar)

Exit mobile version