PENGERJAAN Jalan Metro Tanjung Bunga diharapkan tidak kembali molor. DPRD Kota Makassar juga menyarankan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar bisa belerjasama dengan dinas perhubungan supaya kemacetan dalam pemgerjaan jalan bisa dikurangi.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, berharap, pengerjaan Jalan Metro Tanjung Bunga tidak molor seperti pengerjaan sebelumnya.
“Kita tidak mau seperti tahun-tahun sebelumnya yang tidak rampung bahkan hanya 30 persen yang jadi,” kata Suharmika.
Ia menambahkan, jika pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap proyek tersebut. Hal ini karena pengerjaannya yang lantaran sudah cukup lama.
Untuk mengurai kemacetan dari dampak pembangunan, Suharmika meminta Dinas PU Kota Makassar agar menggandeng dinas perhubungan.
“Karena di sana itu sebenarnya daerah macet memang, jadi kita minta ada koordinasi, ini harus terurai,” paparnya.
Sebelumnya, Dinas PU Kota Makassar mewanti-wanti masyarakat karema kemacetan diprediksi meningkat selama pengerjaan jalan hingga Desember mendatang.
Terutama pada jam-jam sibuk saat masyarakat berangkat dan pulang kerja, atau sekitar pukul 08.00 pagi dan 17.00 sore.
“Untuk menghindari kemacetan akibat pekerjaan Jalan Metro agar pengguna jalan untuk memilih jalur alternatif lain,” kata Kabid Jalan dan jembatan Dinas PU Kota Makassar, Tajuddin.
Sementara proyek yang menelan anggaran Rp87,8 milliar tersebut dilaporkan dimulai di depan RS Siloam Makassar hingga 6 km menuju Jembantan Barombong.
“Kita sebenarnya sudah mulai sejak 5 Oktober lalu, tapi kita mulai warning karena aktifitas konstruksi mulai sibuk di lokasi,” ujarnya.(nug)
