MAKASSAR, BKM — Ratusan peserta akan mengikuti webinar Public Expose Ekosistem Bisnis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Syariah Sultan Abdullah Awwallul Islam Karaeng Matoaya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang dilaksanakan hari ini, Kamis (14/10) di Hotel Claro Makassar.
Cakra Achmad selaku Konsultan Perencana KEK Syariah, mengatakan public expose tersebut merupakan perwujudan pengarusutamaan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, dan pelibatan pemangku kepentingan (stakeholder engagement) dalam setiap fase proses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Syariah Sultan Abdullah Awwallul Islam Karaeng Matoaya Sulselbar.
“Kita mengundang webinar public expose ini guna membahas mengenai implementasi dan kebijakan untuk membuat Kawasan Ekonomi Khusus Syariah Sultan Abdullah Awwallul Islam Karaeng Matoaya. Ada 1.000 yang kami targetkan mengikuti kegiatan ini. Kami undang dari berbagai dinasan,” ujar Cakra, Rabu (13/10).
Menurutnya, dalam pelaksanaan penyusunan rencana teknis pembangunan dan pengembangan KEK Syariah tersebut, Yayasan Gemma Nine, Pattingalloang Knowledge Management Institute bersama berbagai pihak terkait, sejak tahun 2015, mengkaji potensi-potensi ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup. Termasuk dukungan kearifan lokal masyarakat.
“Rencana pengembangan area kawasan ini sudah berjalan mulai tahun 2021 sampai 2021. Jadi kita ingin membuat kawasan business ecosystem pengembangan kawasan komersial, perkantoran dan pusat bisnis, kawasan industri dan perdagangan produk halal, kawasan hunian syariah, kawasan marine science and technopark,” bebernya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNM Dr Ir M Ichsan Ali, mengakui bahwa salah satu tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekosistem bisnis yang diharpakan mampu mendukung rantai pasok di kawasan industri yang berbasis pada produk dan jasa halal, yakni ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni.
“Termasuk dalam hal ini pengembangan pusat-pusat pendidikan vokasi, maupun pusat riset bahan, material dan proses produksi produk dan jasa yang memenuhi standar kehalalan. UNM menjadi salah center of excellent, selain sebagai pusat riset pendidikan vokasi juga mampu menghasilkan produk penelitan sebagaina potensi rumput laut, yang masih belum diolah secara optimal di Makassar,” terangnya. (ita)