Site icon Berita Kota Makassar

Motor Korban Pembunuhan Disembunyikan di Hutan

GOWA, BKM — Setelah identitas mayat perempuan yang ditemukan di sebuah kebun Kampung Kalukua, Dusun Kalukuloe, Desa Tanete, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Jumat (8/10) lalu berhasil diketahui, polisi kini diuji untuk mengungkap motif kematian ibu tiga anak itu.

Mayat Rosmini sudah diambil keluarga dan dimakamkan di pekuburan umum di Dusun Balla Tinggia, Desa Papangloe, Kecamatan Pajjukukang, Kabupaten Bantaeng.
Sehari setelah jazad korban diautopsi di Bidokkes RSU Bhayangkara Makassar, polisi telah mengendus adanya indikasi pembunuhan terhadap korban. Selain dari sejumlah luka bekas tusukan di tubuh korban, polisi kini menemukan barang bukti berupa sepeda motor milik korban. Kendaraan roda dua tersebut didapat semak-semak.
Motor merk Yamaha Aerox dengan nomor polisi DD 5292 FC warna hitam kuning itu seolah sengaja disembunyikan di dalam kawasan hutan Kampung Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Sepeda motor ini ditemukan tim aparat Polres Jeneponto, dan sudah dievakuasi lalu diserahkan ke Unit Resmob Polres Gowa.

Terkait temuan sepeda motor ini, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman membenarkannya saat dikonfirmasi BKM, Rabu (13/10) pukul 10.13 Wita.

“Iya, pihak kepolisian telah menemukan sepeda sepeda motor milik korban. Ditemukan di Kampung Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Jauh dari TKP penemuan mayat korban,” jelas AKP Boby.

Ditanya apa motif kematian korban berusia 43 tahun dan dikenal menjalankan bisnis barang antik ini, Boby Rachman mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan terhadao kasus tersebut.

“Masih dalam proses lidik dan pendalaman,” imbuhnya.

Terkait siapa orang yang tega menghabisi nyawa Rosmini yang tergolong sadis tersebut, AKP Boby mengatakan saat ini penyidik bekerja intens. Pihaknya masih melakukan pendalaman di area TKP penemuan mayat korban di kebun Kalukua. Bahkan anjing pelacak telah dikerahkan.
Penyidik juga, kata AKP Boby, telah memeriksa enam orang saksi. Tiga orang saksi di TKP temuan mayat, dan selebihnya di lokasi penemuan motor serta pihak keluarga.

” Kami masih bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti, selain barang bukti yang telah kami amankan, yakni sepeda motor dan barang yang ditemukan serta dipakai saat ditemukan,” terang Boby lagi.

Pengakuan Suami

Sebelumnya, Muh Nasir, suami korban Rosmini mengaku jika selama ini istrinya punya bisnis. Namun ia mengaku tidak tahu menahu bisnis tersebut.

“Terakhir sebelum pergi sampai ditemukan meninggal, istri saya minta izin urus bisnis. Dia pamit akan menuju perbatasan Bantaeng Jeneponto. Tapi saya tidak tahu dia pergi dengan siapa. Katanya pergi dengan temannya. Saya minta kematian istri saya diusut tuntas,” kata Nasir yang menggunakan baju kaus hitam dan kopiah hitam, ketika datang ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bhayangkara untuk mengambil jenazah istrinya, Selasa (12/10).
Nasir mengaku mengenali korban yang ditemukan tewas di kebun adalah istrinya adalah dari pakaian yang dipakai saat pergi.

Nasir juga mengaku tidak ada masalah yang dialami istrinya. Kendati begitu, ia mengatakan ada kejanggalan karena semua barang-barang istrinya tetap utuh. Termasuk perhiasan yang dikenakannya.

Bisnis istrinya diakui Nasir sudah bertahun-tahun. Namun Nasir tetap mengaku tidak tahu bisnis yang digeluti sang istri. “Tidak ada teman bisnisnya yang saya kenal. Tapi katanya,
orang yang temani istrinya yang bawa barangnya semua,” beber Nasir.
Hingga hendak balik ke Bantaeng, Nasir mengaku tidak melihat kondisi jenazah istrinya.

“Saya tidak lihat kondisi jenazah istri saya. Cuma lihat di foto hasil autopsi,” kata Nasir, yang dari pernikahannya dengan Rosmini dikaruniai tiga orang anak. Yang pertama laki-laki bernama Hasran, Ayu, dan Rida, serta seorang cucu. (sar)

Exit mobile version