MAKALE, BKM — Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung melakukan ekspose pembangunan destinasi Pariwisata Tana Toraja didepan Deputi I Bidang Infrastrukti Kantor Staf Presiden, Febry Calvin Tetelepta membahas pengembangan pariwisata sektor pertanian terkait agrowisata, kehutanan (hutan wisata), kesehatan, serta kebersihan dan persampahan di Istana Negara, Selasa (12/10).
Theo memaparkan kebutuhan Tator saat ini adalah pembangunan dan pengembangan pariwisata, aksesibilitas, sarana prasarana pendukung destinasi, untuk memperkuat kapasitas destinasi.
Menurut Theo, pertemuan dengan Deputi I Kantor Staf Kepresidenan mengenai gagasan bahwa Toraja berpotensi berkontribusi untuk pengembangan ekonomi nasional (PEN). Apalagi Toraja masuk Destinasi Pariwisata Pengembangan (DPP) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Masuk daerah KSPN juga hinterland ibukota negara baru, maka Tator sangat strategis dan vital sebagai daerah pariwisata penyangga ibukota baru. Tentunya Toraja perlu peningkatan aksesibilitas dan konektivitas, serta penambahan event-event skala nasional maupun internasional.
Mengingat prospek pengembangan destinasi wisata baru di Tana Toraja seperti kawasan Buntu Sarira, savana Ollon, air terjun Talondo Tallu dan air terjun Sarambu Asing di Bittuang, Tana Toraja sangat strategis.
Pemkab berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung paling lambat tahun depan.
Kementerian PUPR bisa mengalokasikan anggaran Rp 25 miliar untuk pembangunan rest area, café shop, dan stand cinderamata di kawasan agrowisata Pango-Pango. Termasuk Kementerian Lingkungan Hidup alokasikan anggaran penanganan persampahan di objek wisata. (gus/C)

