SERINGKALI didapati sebuah lembaga atau organisasi baru saja terbentuk namun langsung bubar. Tidak banyak yang bisa eksis untuk merealisasikan program yang telah disusun. Salah satu penyebab biasanya karena persoalan internal.
KETUA Family of Creative Community (FCC) Andi Oci Alepuddin punya tips untuk menghindari hal tersebut. ”Jangan pernah membuka aib seseorang kalau mau organisasi langgeng. Kalau ada masalah, cukup hanya diri kita dan Tuhan yang tahu,” ujarnya ketika menjadi narasumber dalam siniar (podcast) Berita Kota Makassar, Rabu (13/10) dan telah tayang di Youtube.
Hal itu telah diterapkan Andi Oci dalam mengetuai FCC. Konsep kekeluargaan ia berlakukan. Semua anggota yang jumlahnya lebih kurang 135 orang tidak ada yang dibeda-bedakan. Jika ada anggota yang berbuat kesalahan diberi nasihat dan tidak diceritakan ke anggota lain.
Ia mengambil contoh ketika menggelar Family Gatering FCC di Malino beberapa waktu lalu. Mereka yang ambil bagian dalam kegiatan ini adalah anggota dengan berbagai latar belakang. Ada yang anggota dewan, kepala dinas, pemilik katering, hingga ibu rumah tangga biasa.
”FCC ini adalah rumah kita dan seluruh anggotanya selalu menjalin kebersamaan. Sebagai ketua, saya berusaha menyentuh mereka dengan hati. Banyak dari mereka orang yang sibuk dengan rutinitas kesehariannya. Bahkan ada yang rela terbang dari Jakarta demi FCC,” tuturnya.
Untuk pelaksanaan kegiatan seperti ini, Andi Oci mengaku tidak meminta bayaran dari anggota. Mereka membawa makanan masing-masing. Bahkan ada yang membawa ikan asin. Biasanya kebersamaan terjalin di antara mereka ketika memasak di dapur untuk dikonsumsi bersama.
”Anggota FCC ada juga dosen dan guru besar. Tapi mereka rela sama-sama tidur melantai. Kebersamaan memang selalu dibangun di antara anggota,” jelasnya.
Perempuan berhijab ini mengakui, banyak ibu rumah tangga yang menjadi anggota FCC. Namun mereka bukan ibu rumah tangga biasa. Karena rerata punya anak yang sudah berhasil. Bahkan banyak di antaranya yang putra putrinya telah meraih sukses, seperti menjadi dokter dan profesi lainnya. Untuk itu, anggota FCC selalu diminta untuk sedekah ilmu di antara mereka.
Selain sebagai ketua FCC, sederat profesi dilakoni ibu dua anak ini. Ia adalah seorang pengusaha, konsultan, pegiat sosial, dan pernah menjadi bagian dari dunia politik. Andi Oci juga menjadi salah satu pengurus di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel.
Kesibukannya di banyak bidang, menurut Andi Oci, berawal ketika dirinya dipercaya sebagai ketua komite sekolah kala anaknya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ketika itu, saat anak-anak pulang sekolah, ia mengajak mereka untuk beraktivitas di bidang seni.
”Saya mengajak teman-teman dan anak-anak mereka ke rumah. Di sana mereka saya ajak untuk menari dan menyanyi. Dari situ kemudian terbentuk Sanggar Ananda Unhas. Selama 11 tahun sanggar ini hadir, anak-anak yang tergabung di dalamnya telah meraih segudang prestasi,” ungkap Andi Oci.
Disebutkan Andi Oci, anggota sanggar yang didirikannya memiliki anak binaan yang hampir mencapai ratusan orang. Selain mengajari mereka agar pintar menari, menyanyi, dan aktivitas seni lainnya, mereka juga dididik untuk lebih kreatif. Karena dengan bekal kreatif itulah kelak mereka bisa hidup dan meraih kesuksesan di manapun berada.
Karena banyaknya anak binaan, setiap bulan ada saja di antara mereka yang berulang tahun. Andi Oci yang hobi membuat kue cokelat kemudian berkreasi. Cokelat tersebut dibentuk semenarik mungkin bagi usia anak-anak. Itulah yang kemudian dijadikan kado jika ada anak binaannya yang merayakan ulang tahun.
Dari industri rumahan itulah kemudian muncul usaha dengan nama Cokelat Ananda. Dalam perjalanannya terus berkembang dan meraup omzet yang cukup lumayan. Sampai sekarang usaha ini tetap ada, dan berkembang lagi dengan brand baru dengan nama Cokelat Bugis. Kehadirannya mendapat respons positif dari konsumen.
Sebagai seorang konsultan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Andi Oci juga aktif mendampingi mereka yang merintis usaha. Bahkan ada di antaranya yangh dibantu mesin pengilahan cokelat.
Karena itu pula, dalam rangka 13 tahun kebersamaan FCC bulan Desember mendatang, telah dirancang sebuah pameran yang melibatkan UMKM. Di sana juga akan dilakukan penandatanganan beberapa memorandum of understanding (MoU) yang terkait dengan UMKM. Nantinya, dari MoU itu anggota FCC akan mendapat diskon ketika masuk salon, rumah makan, klinik, hingga hotel. (*/rus)
