Site icon Berita Kota Makassar

Jelang HUT Sulsel, Dewan Ingatkan Sejumlah Proyek

MAKASSAR, BKM–Jelang hari ulang tahun (HUT) Sulsel ke 352, atau tepatnya 19 Oktober mendatang, sejumlah proyek yang masih berjalan dan mangkrak masih terus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Sulsel.
Bahkan anggota DPRD Sulsel tetap mengingatkan untuk melanjutkan sejumlah proyek tersebut, termasuk proyek yang masih membutuhkan perencanaan selanjutnya.

Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, mengatakan, ada beberapa proyek yang memang masih butuh perencanaan yang matang, tapi kalau proyek kereta api kan sudah berjalan. “Kalau twin tower harus dikaji secara baik, khususnya pada persoalan alas haknya maupun pemanfaatannya. Termasuk anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunannya,”jelas Cicu-panggilan akrab Andi Rachmatika Dewi, Kamis (14/10).
Terkait Stadion Barombong, Cicu juga berharap agar proyek tersebut harus berlajut supaya bisa dimanfaatkan. Apalagi dengan tidak adanya Stadion Mattoanging, maka Stadion Barombong bisa menjadi pilihan alternatif untuk digunakan kegiatan-kegiatan olahraga.

“Kalau saya seperti itu. Tidak bisa disamaratakan setiap proyek penangannyannya.Tapi memang yang paling utama dibutuhkan kajian dan perencanaan yang baik terkait dengan pemanfaatan dan juga penganggaran,”jelas Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini.
Ditambahkannya, bila tahun ini memang dewan agak kesulitan karena masih dalam pendemi dan APBD kita berkurang. “Tapi tahun depan kita bisa berharap banyak, karena kita bisa memanfaatkan anggaran yang tepat sasaran,”terangnya.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga menanggapi singkat soal sejumlah proyek yang terbengkalai di Sulsel. Ia mengaku bila dirinya hanya ingin mengomentari proyek yang mengunakan APBD Provinsi Sulsel. “Saya hanya mengomentari Stadion Mattoanging karena hanya itu yang menggunakan APBD Provinsi. Stadion seharusnya sudah ada aksi kelanjutannya tetapi kita tidak tahu apa alasan pemprov menunda pelaksanaan fisiknya. Silakan tanya dispora apa alasan tidak dilakukan pekerjaan tahap pertama,”ujar Rangga.
Hal sama disampaikan legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rudi Pieter Goni (RPG). RPG menjelaskan bahwa, pertama cara berpikir kita tentu adalah sinkronisasi antara perencanaan, pelaksanaan, dan tentu pengawasan. Kedua adalah kesinambungan kegiatan dari sebelumnya, kini dan akan datang.
Ketiga pasti adalah program yang wajib diprioritaskan. Dan ke empat ketersediaan anggaran atau kemampuan keuangan daerah. Adapun yang kelima pastinya adalah kebersamaan menuntaskan program kegiatan sehingga tidak terbengkalai pastinya.

“Untuk itu harus ada kemauan kuat semua pihak untuk melihat dalam kondisi saat ini, mana yang prioritas untuk segera di laksanakan sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat pastinya”jelas RPG.
RPG yang juga ketua Banggar DPRD Sulsel ini punya catatan khusus untuk twin tower ini. Menurutnya, sepengetahuan dirinya di rencanakan tidak membebani APBD Sulsel.
“Untuk proyek strategis nasional seperti KA dan bypass mamminasata, harus cepat dikomunikasikan dengan pemerintah pusat dan anggota DPR RI dapil Sulsel untuk mendapat skala prioritas”pinta RPG.(rif)

Exit mobile version