Site icon Berita Kota Makassar

Ayam Kampung Tolping Dg Kio yang Viral Ternyata Digagas Anak Muda Kreatif

GOWA, BKM — Saat ini Ayam Kampung Tolak Pinggang (Tolping) Dg Kio yang terletak di jalan poros Limbung, Kabupaten Gowa, Sulsel lagi viral. Setiap hari pengunjung rumah makan khas ayam kampung ini diserbu pengunjung. Berderet mobil pribadi parkir di sekitar rumah makan yang jaraknya sekira 800 meter dari SPBU Tanetea, Gowa.

Pada edisi kali ini, tim liputan kuliner Berita Kota Makassar mengunjungi Ayam Kampung Tolping Dg Kio, Selasa (19/10/2021). Tim bertolak dari Graha Pena menuju ke Desa Bontosunggu, Tanetea, Gowa. Jaraknya sekitar 15 Km dari Makassar. Tepatnya di jalan poros Limbung. Jika dari arah Makassar, lokasi rumah makan berada di sebelah kiri, sebelum pusat penjualan kue putu.

Saat tiba di rumah makan Ayam Kampung Tolping Dg Kio, tim disambut Alam, salah satu pengelola rumah makan ini bersama Ownermya Adi Saputra Daeng Kio. Semuanya masih anak muda.

Adi Saputra Dg Kio mengungkapkan, sebelum mereka menempati lokasi barunya, rumah makan lama mereka tepat berada di depan lokasi baru.

Suasana Rumah Makan Ayam Kampung Tolping Dg Kio di Jalan Poros Limbung, Gowa.

“Kami sejak tahun 2018 memulai usaha ini di tempat yang sederhana. Seiring waktu dan berkembangnya bisnis kami, pada awal 2021 kami menempati tempat baru,” kata Dg Kio.

Pada awal merintis rumah makan ini, setiap hari kadang hanya 2 hingga 3 ekor ayam kampung yang laku. “Itupun kami sudah bersyukur,” kata Dg Kio.

Dg Kio dan timnya pun merubah strategi penjualan. Mereka lalu memanfaatkan platform digital untuk berpromosi. Ternyata responsnya sangat baik. Pengunjung mulai meningkat. Jumlah ayam yang laku pun semakin banyak.

Selain mengubah strategi promosi, ternyata para anak muda Gowa ini juga menyiapkan menu andalan khas Makassar. Apa itu?

“Satu-satunya rumah makan di Sulsel yang menjual menu ayam kampung pallu kacci sattulu (ketapai, red) hanya ada di sini,” ujar Dg Kio. “Di tempat lain tidak ada,” tambahnya.

Owner Ayam Kampung Tolping Dg Kio, Adi Saputra Dg Kio bersama istri dan anaknya.

Dg Kio menjelaskan, tingginya jumlah pengunjung membuat kebutuhan ayam kampung meningkat. “Setiap hari kami menghabiskan 200 an ekor ayam kampung. Tapi kalau weekend itu bisa 300 hingga 400 an ekor habis terjual,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan ayam kampung, H Kio mengaku mendapat suplai ayam kampung dari seluruh wilayah sentra ayam kampung di Sulsel.

“Dulu sebelum kami bekerja sama dengan suplier ayam kampung, kami sendiri yang keliling kabupaten mencari ayam kampung. Bahkan kami harus menutup warung karena kami kehabisan stok dan pergi mencari ayam kampung ke kabupaten lain,” jelas Dg Kio lagi sambil tersenyum mengenang masa itu.

Sementara itu, Alam, salah satu penggagas rumah makan ini menjelaskan, awal mula rumah makan ini dibangun yakni saat sejumlah pemuda nongkrong tiap malam.  Saat nongkrong, kata Alam, mereka sambil bakar-bakar ayam.

“Daripada nongkrong sambil bakar ayam tidak ada hasilnya, kami saat itu lalu berpikir kreatif untuk membuka warung makan ayam kampung bakar,” katanya.

Dengan modal seadanya, lalu mereka membuka rumah makan. Mereka meminjam rumah milik keluarga yang berada di pinggir jalan poros limbung.

“Ternyata tidak yang seperti kami bayangkan. Tidak ada pembeli. Kalau ada yang laku satu ekor, itu kami sudah syukuri,” kata pemuda yang kini juga aktif di HKTI ini.

Alam dan teman-teman lalu mensupport Dg Kio untuk memperkenalkan ayam kampung tolping Dg Kio melalui media sosial. “Setelah beberapa tahun hasilnya sangat baik. Bahkan, media nasionalpun sempat meliput rumah makan kami,” kata Alam.

Kini rumah makan Ayam Kampung Tolping Dg Kio mulai memanen kerja keras yang mereka lakukan selama beberapa tahun. Sejumlah pejabat dan masyarakatpun menjadikan rumah makan ini sebagai pilihan untuk makan siang dan makan malam. (*)

Exit mobile version